Selasa 16 September 2014: Hai Pemuda Bangkitlah! Luk 7: 11-17

yesus dan pemuda nain by SiennaPADA suatu saat setiap orang pasti mati. Tetapi tidak setiap kematian adalah wajar. Orang-orang miskin sering mati sebelum waktunya, karena mereka kekurangan gizi atau karena mereka tidak mampu masuk rumah sakit dan membeli obat. Wabah penyakit biasanya terjadi di daerah yang paling miskin. Bencana alam juga sering terjadi di sana, karena tidak adanya biaya untuk […]

yesus dan pemuda nain by Sienna

PADA suatu saat setiap orang pasti mati. Tetapi tidak setiap kematian adalah wajar. Orang-orang miskin sering mati sebelum waktunya, karena mereka kekurangan gizi atau karena mereka tidak mampu masuk rumah sakit dan membeli obat. Wabah penyakit biasanya terjadi di daerah yang paling miskin. Bencana alam juga sering terjadi di sana, karena tidak adanya biaya untuk mencegah banjir, tanah longsor dan sebagainya.

Kemudian, kalau rakyat tertekan dan tertindas sehingga menimbulkan pemberontakan, maka sekali lagi orang miskinlah yang pertama-tama jatuh sebagai korban. Kebanyakan dari kematian yang sebelum waktunya itu jelas diakibatkan oleh kejahatan atau kelalaian manusia.

Dalam peristiwa kematian di Nain ini banyak orang miskin ikut mengantar jenazah. Mereka dapat merasakan penderitaan janda itu karena mereka sendiri sering mengalami sengsara. Reaksi Yesus ketika melihat kematian anak muda itu spontan dan tegas.

Hal ini tidak boleh terjadi!. Yesus tidak setuju dengan kematian anak muda yang disebabkan oleh kemiskinan dalam segala bentuk. Kejadian semacam ini bertentangan dengan kehendak Allah yang telah menciptakan semuanya supaya menjadi baik bagi manusia. Yesus tidak setuju dengan sengsara yang diderita oleh seorang ibu janda yang kehilangan anak tunggalnya.

Sengsara ini harus segera dihentikan. “Hai anak muda. Aku berkata kepadamu, bangkitlah”
Manusia tidak dapat berbuat apa-apa lagi terhadap seseorang yang telah mati, selain mengantarkannya ke kubur. Tetapi orang yang berbondong-bondong menuju ke tempat orang-orang mati itu oleh Yesus disuruh berhenti. Pembunuhan yang dilakukan secara langsung atau tidak langsung sudah cukup terjadi.
Orang-orang jangan pergi ke kuburan. Mereka harus menuju ke tempat orang hidup, supaya anak muda dapat berkembang dan ikut bekerja untuk membangun dunia yang lebih baik.

Kalau Allah mau membangkitkan anak muda ini, maka segala penindasan yang membawa kematian itu juga mau dihentikan. Peristiwa ini mengandung makna bahwa kebangkitan tidak hanya berlaku bagi satu orang saja. Sekarang kita semua ditantang untuk bangkit. Kita semua dipanggil untuk ikut berjuang jangan sampai kematian yang sia-sia itu terulang.

Seandainya tidak ada Yesus, maka pembunuhan akan berjalan terus sampai sekarang dan umat manusia akan menuju ke kuburan. Semua harapan terakhir di sana. Tetapi aliran yang berakibat maut itu kini telah dihentikan oleh Yesus. Orang banyak yang sudah menyerah terhadap maut itu berbalik dan kembali masuk kota, empat orang hidup.

Kredit foto: Sorrow by the Dominican Nuns

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply