Selasa 14 Oktober 2014: Luar Bersih tapi Dalam Kotor, Luk 11:37-47

jesus melawan kaum farisi by tissot

TENTU ini hanya untuk mengelabui mata orang yang melihat. Sebab mestinya yang harus bersih luar dan dalam. Namun toh banyak orang yang mementingkan bersih luarnya, meskipun kalau masuk ke dalam penuh rongsokan dan acak-acakan.

Dengan lain kata kepalsuan dewasa ini sangat marak. Bangunan pun kalau palsu amat membahayakan: nampaknya bagus dan kuat, ternyata kropos di dalam, pasti akan roboh, mencelakakan orang. Lebih lagi kalau kepalsuan itu melanda hidup manusia akan lebih membahayakan lagi bagi masyarakat.

Dari luar pejabat resmi, nampak saleh dan berwibawa, tetapi ternyata seorang gembong koruptor. Nampaknya dari keluarga suci dan rajin, tetapi ternyata hampir seluruh anggotanya punya persoalan dan bikin persoalan di masyarakat, sangat merepotkan.

Maka ketika Tuhan Yesus dijamu di rumah orang Farisi tidak mencuci tangan sebelumnya, ditegur seketika oleh yang punya rumah, karena ini dianggap melanggar aturan agama. Karena kita tahu bahwa orang Farisi sangat fanatik dengan aturan agama sampai hal yang secekil-kecilnya, seperti mencuci alat makan, mencuci tangan dll, tetapi tidak pernah memperhatikan perilakunya yang merugikan banyak orang dan menyengsarakan orang kecil.

Maka Yesus menjawab: “Hai orang Farisi, kalian membersihkan cawan dan pinggan bagian luar, tetapi di dalam dirimu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian juga bagian dalam? Maka berikanlah isinya sebagai sedekah, dan semua akan menjadi bersih bagimu.”

Dengan ini Yesus mau menjelaskan bahwa semua perbuatan yang palsu, yang melawan keadilan dan kemanusian itulah yang membuat hati manusia kotor, seperti misalnya suka menuntut, meminta dengan paksa, merampas hak orang lain, menipu, mencuri dan semua perbuatan tidak jujur serta tidak adil.

Semua ini menyebabkan hati manusia menjadi kotor dan membuat orang menjadi jahat. Maka cara untuk membersihkan diri itu dengan berbuat sebaliknya, yaitu suka berderma, suka memberi kepada orang yang kekurangan, pada orang yang lemah dan miskin. Sebab adil, jujur, sifat murah hati, sifat mengasihi sesama inilah yang dapat mengubah hati manusia menjadi bersih.

Masih bisa ditambahkan lagi bahwa segi rohani itulah di mata Tuhan jauh lebih penting. Hal ini juga berlaku dalam kehidupan menggereja dan dalam hidup keluarga. Marilah kita biasakan membangun hidup rohani yang bersih, adil dan jujur.

Kredit foto: Ilustrasi (Tissot)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: