Sela

Ayat bacaan: Mazmur 3:9
=======================
“Dari TUHAN datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu! S e l a”

sela,Mazmur

Ayat bacaan di atas adalah salah satu dari sekian banyak ayat kitab Mazmur yang diakhiri dengan kata Sela. Sela banyak diartikan orang sebagai selingan musik, namun tidak menutup kemungkinan lain berdasarkan para ahli alkitab merujuk pada waktu jeda, istirahat, diam sejenak, menekankan atau menutup bagian lagu. Dalam versi bahasa Inggris (amplified) diterjemahkan sebagai “pause and calmly think of that”, dan ada pula yang menyebutnya sebagai “stop and listen”. Selain pada Mazmur, Sela juga beberapa kali kita jumpai dalam Habakuk 3. Mungkin kata Sela ini sering dianggap kurang penting sehingga sering dilewatkan, padahal melihat jumlahnya yang banyak diulang, Sela pasti memiliki makna yang penting.

Sebuah lagu dari GMB di album terbaru mereka mengambil judul Sela. Demikian liriknya:

Saat ku berteduh
kuuntai doaku
dalam kesunyian ku merindu suaraMu

Kau peluk hatiku
dalam hadiratMu
di relung jiwaku, kumendengar suaraMu

Haleluya.. haleluya..haleluya.. amin (2x)

Menyambung renungan kemarin tentang duduk diam mendengar apa yang ingin dinyatakan Tuhan bagi kita, kata Sela mempertegas hal itu. Rutinitas dari segala aktivitas kita sehari-hari, semua kesibukan kita juga memerlukan waktu Sela. Demikian pula dengan pelayanan. Ada banyak anak-anak Tuhan yang begitu sibuk dengan pelayananNya hingga tidak sempat lagi mengambil saat teduh untuk menikmati kasih Tuhan dalam hadiratNya. Apapun yang kita kerjakan dan menyita waktu kita selalu butuh jeda, butuh sela. Dan di saat itulah jiwa kita beristirahat, menikmati keintiman hanya bersama Bapa. “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? (Mazmur 42:2-3) Bagi saya, waktu sela adalah waktu yang kita pakai dimana kita melepaskan segala atribut dunia dengan segala permasalahannya, dan datang menghampiri tahta kudus Tuhan dengan tangan menyembah, berserah sepenuhnya dan membawa pujian yang terbaik hanya untuk Allah. Ini saat yang indah untuk introspeksi, merenung, mengkaji ulang hal-hal yang telah kita lakukan sehari penuh, apakah semua yang kita lakukan adalah sesuai dengan kehendakNya atau belum, saat yang indah dimana Tuhan bisa terasa begitu dekat. Waktu sela bukanlah waktu dimana kita masih memenuhi doa kita dengan permintaan tolong akan ini dan itu, tapi merupakan waktu dimana kita diam, merasakan pelukan Tuhan dan mendengar suaraNya.

Perenungan Daud tentang Allah dalam kitab Mazmur demikian panjang, termasuk di dalamnya waktu Sela. Jangan lewatkan waktu-waktu Sela agar jiwa kita disegarkan kembali, merasakan kedamaian ketika Allah hadir di dekat kita, dimana tidak ada kekhawatiran, ketakutan dan masalah.

Beri waktu Sela dalam kehidupan sehari-hari untuk kembali fokus kepada apa yang diinginkan Tuhan dalam hidup kita

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply