28 Juni - RmT

“Seperti ada tertulis, ‘Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.’”  (2Kor 8, 15)

BEBERAPA hari ini, sekitar 720 orang muda dari 24 paroki berkumpul di sekitar keuskupan. Mereka menginap di SMP Susteran dan berdinamika di beberapa lokasi sekitar, seperti aula Paschalis, Gereja Katedral dan SMA Bruderan dalam rangka kegiatan PDYD. Mereka dikumpulkan oleh Komisi Kepemudaan beserta panitianya.

Berkumpul dan mengumpulkan merupakan satu kegiatan yang dilakukan banyak orang, panitia, organisasi atau lembaga lain. Salah satu kecenderungan atau keinginan manusia adalah mengumpulkan sesuatu yang ada di alam sekitarnya. Orang desa mengumpulkan kayu bakar atau jerami. Pemulung mengumpulkan barang-barang bekas. Orang muda mengumpulkan berbagai jenis game dan musik. Para pegawai mengumpulkan prestasi atau kredit point yang bisa dipergunakan untuk peningkatan jabatan. Pimpinan organisasi mengumpulkan anggota. Orang tua mengumpulkan anak-anak.

Banyak orang mengumpulkan uang dan harta benda dengan berbagai cara. Banyak hal biasa untuk dikumpulkan, entah materi maupun manusia, dengan maksud atau tujuan tertentu. Banyak orang mengumpulkan uang dan harta benda untuk menjamin keberlangsungan hidup mereka beserta keluarganya untuk waktu mendatang. Banyak orang yang sungguh ulet dan mau bekerja keras di dalam hal ini, sehingga mereka bisa mengumpulkan uang dan harta benda cukup banyak dan berlimpah. Mereka mempunyai berbagai cara dan usaha yang dirintis dari kecil dan menjadi besar, sehingga kekayaan pun mengalir tanpa henti.

Namun demikian, banyak juga orang yang tidak mampu mengumpulkan harta benda dalam jumlah banyak, karena berbagai macam kekurangan, kelemahan atau keterbatasan. Apa yang mereka kumpulkan selalu cepat habis karena dipergunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup.

Dalam situasi seperti ini Santo Paulus mengingatkan agar kita tetap menjaga keseimbangan di dalam hidup. Agar kita tidak hanya mengumpulkan materi atau harta duniawi, tetapi juga harta surgawi. Seseorang bisa kaya materi, tetapi miskin dalam kehidupan rohani. Sebaliknya, seseorang bisa miskin dalam materi, tetapi kaya di dalam kehidupan rohani. Kristus telah menjadi miskin, agar kita kaya dalam iman.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berhari Minggu. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.