Sederhana Itu Indah

majalahGAIRAH dan semangat luar biasa ditunjukkan oleh para peserta pelatihan jurnalistik di ruang Aula Paroki Roh Kudus, Mataloko, Bajawa, Flores,NTT pada Jumat 8 Agustus. 37 peserta yang terdiri dari orang muda Katolik (OMK) Keuskupan Agung Ende, para frater dan dua diakon, serta empat punggawa Seksi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Ende mengikuti kegiatan teknik dasar membuat […]

majalah

GAIRAH dan semangat luar biasa ditunjukkan oleh para peserta pelatihan jurnalistik di ruang Aula Paroki Roh Kudus, Mataloko, Bajawa, Flores,NTT pada Jumat 8 Agustus.

37 peserta yang terdiri dari orang muda Katolik (OMK) Keuskupan Agung Ende, para frater dan dua diakon, serta empat punggawa Seksi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Ende mengikuti kegiatan teknik dasar membuat lay out media cetak.

Meski hari makin larut, udara dingin menggigit hingga tulang, dan perut ingin terus diisi, gairah muda dan kemauan belajar tinggi tidak menyurutkan niat dan langkah untuk menyelesaikan praktik menata halaman satu buletin.

Memang, meski hanya empat halaman, ternyata tidak mudah membuat layout satu media seperti buletin. Butuh waktu berjam-jam bagi peserta muda yang baru belajar layout dan jurnalistik ini.

Tak heran, hingga pukul dua pagi, semua kegiatan belajar tentang mendesain sebuah majalah dan praktik menata halaman media cetak baru kelar.

Kegembiraan pun membuncah kala satu per satu hasil penataan halaman buletin sederhana ini dipajang dan dikomentari sang fasilitator, Abdi Susanto.

Pendiri Sesawi.Net yang juga Redaktur Liputan6.com ini menyatakan,”Kesederhanaan menjadi kunci penting dalam mendesain dan menata halaman sebuah majalah, buletin atau koran.”ujarnya pada Sabtu,9 Agustus 2014.

Simplicity atau kesederhanaan membantu kita menyampaikan pesan dengan mudah. Orang yang tidak tahu desain cenderung ingin menampilkan semua ide, gagasan dengan hiasan dan bunga-bunga yang tidak perlu. Padahal hiasan itu mengganggu fokus.

“Ambil contoh misalnya ketika kita meimilih jenis font. Kita cenderung pilih jenis huruf yang agak berhias, ruwet atau bercorak. Padahal pilihan huruf sederhana seperti arial misalnya justru lebih bagus,”ujar Abdi.

Less is more menjadi slogan  penting bagi seorang desainer, kata Abdi. Sederhana itu indah. Sederhana itu sudah bicara banyak, bahkan berlebih. Dengan hal yang simpel semua pesan tersampaikan. Karena prinsip tata letak halaman sebuah media cetak dan online adalah membantu tersampaikannya pesan secara jelas sekaligus menghibur dan menyenangkan pada pembaca.

Keterangan Foto : Hasil layout buletin dari para peserta pelatihan jurnalistik di Mataloko, Bajawa, NTT/ Foto : Dok. Sesawi.Net

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply