Sebuah Kesaksian

Ayat Bacaan: ROMA 12:3
====================

Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.


Tanggal 3 Februari yang lewat, kita berdua, penulis RHO ini baru saja melangsungkan pernikahan. Renungan hari ini akan berisikan kesaksian dari kita berdua, bagaimana indah dan sempurnanya jika Tuhan bekerja dalam hidup kita.

Kira2 sebulan sebelum pernikahan, dalam sebuah doa, saya diberitahu Tuhan, agar saya mempersiapkan diri untuk mengucapkan janji nikah yang berasal dari diri sendiri. Saya tidak tahu untuk apa hal tersebut harus saya persiapkan, tapi saya siapkan saja. Malah saya rencanakan kata2 itu untuk diucapkan pada saat pendeta selesai memberkati kita berdua. Pada hari H, kita berdua kaget, karena janji nikah ternyata harus dihapalkan(!), sedangkan kita tidak pernah diberikan hapalannya sama sekali hingga hari H. Kemudian pendeta mendekati kita, dan mengatakan bahwa kita diminta menyebutkan janji nikah itu dari dalam hati kita sendiri. Tuhan telah menyiapkan hal tersebut sebulan sebelumnya, kebingungan saya waktu itu akhirnya terjawab.

Pesta kita dilangsungkan ala pesta taman, yang artinya kita bergantung penuh pada cuaca. Bisa dibayangkan jika pada saat pesta, hujan turun dengan derasnya. Pesta bisa kacau berantakan jika itu terjadi. Apalagi seminggu sebelum pesta, hujan terus menerus membanjiri bandung, bahkan di jakarta sempat terjadi banjir yang melumpuhkan jalan menuju bandara. Berbagai tawaran akan pawang pun sampai kepada saya. Mulai dari pawang “biasa” hingga pawang “Persib”, ditawarkan sebagai perisai apabila hari tidak bersahabat, katanya. Tapi saya menolak. Sejak awal saya menolak campur tangan pawang, karena saya tahu, yakin dan percaya, saya punya Bapa yang luar biasa. Saya percaya, jika pernikahan ini datangnya dari Dia, dan hadiratnya hadir memberkati kita berdua, semua pasti berlangsung sempurna. Doa2 menjelang pernikahan pun tidak lagi berisi permintaan, tapi berisi: “kita serahkan semuanya kedalam tanganMu , ya Bapa, biarlah kehendakMu yang terjadi, kita percaya apapun rencanaMu pasti baik dan sempurna bagi kami, dan dariMu tidak akan ada yang lain selain yang terbaik.” Artinya, saya merasa tidak perlu berpikir hal2 jelek terlalu jauh, tidak perlu khawatir dan takut akan hal2 didepan, tapi iman akan Allah lah yang membuat saya percaya penuh padaNya. Dan… pesta tersebut begitu sukses, ceria, dengan cuaca yang sangat sempurna. Sesuai janji Tuhan sebelum pernikahan, pesta akan ditutup oleh hujan, dan itulah yang terjadi. Tepat setelah pesta selesai, (dalam hitungan detik), hujan gerimis turun, cuma sebentar. Artinya, para tamu pun dapat pulang ke rumah masing2 dalam cuaca baik. Halleluya.

Tuhan kita Tuhan yang luar biasa. Kita berdua sangat bersyukur, bahwa pesta pernikahan kita dapat menjadi sebuah kesaksian, terutama bagi orang2 yang terlibat di pesta kita berdua, bahwa kita punya Tuhan yang sungguh sungguh ajaib dan penuh kasih. Takjub, heran, ditengah peristiwa cuaca buruk yang melanda negeri ini dihari2 belakangan ini, campur tangan Tuhan dalam hidup kita dapat menjungkir balikkan hal2 logika manusia. BerkatNya, kuasaNya sungguh sempurna dalam hidup kita, jika kita mempercayakan segala sesuatu dalam tanganNya.

Percaya, percaya dan percaya. Serahkan semua pada Allah Bapa,dalam nama Yesus Kristus. Dia tahu setiap pergumulan dan permasalahan kita, dan Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Tuhan adalah Bapa yang sangat sayang pada kita anak2Nya, betapa kasihNya sempurna setiap hari. Hari ini, mari kita semua berhenti berkeluh kesah, datanglah kepadaNya, dan ucapkan syukur, berikan pujian yang terbaik untukNya, dan rasakan betapa damaiNya berada dalam hadirat Tuhan.

Semua telah Dia sediakan bagi kita yang percaya

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment