Saya kan Masih Muda…

Ayat bacaan: Bilangan 27:18
======================
“Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: “Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya”

masih muda, melayani, pelayanan

“Ah nanti saja, saya kan masih muda..biarkan yang tua-tua saja duluan, saya ikut ‘gerbong terakhir’ ntar..” canda seorang siswa di kampus ketika di ajak teman-temannya untuk berdoa. Candaan ini bukan baru pertama kali saya dengar. Saya merasa geli sendiri, apa ‘gerbong kereta’ menuju Tuhan itu mungkin bakal kepenuhan? Mengapa harus yang tua-tua duluan sementara yang muda belakangan? Secara logika pada umumnya memang yang muda akan memiliki waktu yang lebih panjang di banding orang yang sudah tua. Namun siapa yang bisa memastikan bahwa ‘gerbong terakhir’ itu akan tetap tersedia? Bagaimana jika kita keburu dipanggil menghadap Tuhan sebelum ‘gerbong terakhir’ itu sampai kepada kita?

Alkitab memberi banyak contoh orang-orang yang dipakai sejak muda. Ada Yoas, yang menjadi raja sejak usia 7 tahun (2 Raja-Raja 11:21) dan memerintah selama 40 tahun. Yoas sejak muda sudah menunjukkan kemampuannya memimpin, dan dikatakan ia selalu melakukan apa yang benar. “Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN seumur hidupnya, selama imam Yoyada mengajar dia.” (12:2). Kita bisa melihat bahwa usia bukanlah kendala untuk hidup benar. Usia tidak bisa dijadikan alasan untuk menunda hidup yang penuh ketaatan. Yoas tidak saja hidup berkenan di hadapan Tuhan, ia bahkan bisa menjadi seorang pemimpin hingga kurun waktu yang panjang. Dalam kisah lain kita tahu bagaimana Daud mampu mengalahkan Goliat, raksasa Filistin dari Gat, di usia yang masih sangat muda. Tidak saja muda, bahkan dikatakan Daud pada waktu itu masih sangat muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. (1 Samuel 17:42). Tapi kita tahu apa yang terjadi selanjutnya. Dalam kisah Daud pun kita melihat hal yang sama, bahwa siapapun manusia, meski masih sangat muda sekalipun bisa dipakai Tuhan. Artinya tanpa pandang usia, kita semua haruslah mau belajar sejak dini untuk hidup kudus, taat pada firman Tuhan dan berjalan mengikuti kehendakNya.

Dalam kisah Yosua kita melihat bagaimana proses peralihan tampuk kepemimpinan perjalanan bangsa Israel dari Musa kepada dirinya. Tuhan tahu bahwa tugas yang akan diemban Yosua tidaklah mudah. Yosua pun tahu bahwa tanggungjawab yang diletakkan di atas pundaknya begitu berat. Tapi lihatlah bagaimana Tuhan menyiapkan Yosua. Sejak awal Yosua rajin mengikuti Musa kemanapun Musa pergi. Ketika Musa mengalami perjumpaan dengan Tuhan, Yosua pun ikut menyaksikan, bahkan ia terus bertahan di sana karena terpana menyaksikan kemuliaan Tuhan. “Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.” (Keluaran 33:11). Sejak muda Yosua sudah dilatih. Dan ketika saatnya tiba, Tuhan masih menyuruh Musa untuk meneguhkan Yosua. “Dan berilah perintah kepada Yosua, kuatkan dan teguhkanlah hatinya, sebab dialah yang akan menyeberang di depan bangsa ini dan dialah yang akan memimpin mereka sampai mereka memiliki negeri yang akan kaulihat itu.” (Ulangan 3:28).

Sebuah pertanyaan lain mungkin muncul. Mengapa harus Yosua yang dipilih? Yosua dipilih karena ia adalah seorang pemuda yang takut akan Tuhan. Meski masih muda, ia sudah menunjukkan loyalitas tinggi baik kepada Musa maupun Tuhan. Ayat bacaan hari ini menggambarkan bagaimana Allah berkenan kepada Yosua. “Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: “Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya” (Bilangan 27:18). Yosua adalah seorang yang penuh roh di usia mudanya. Yosua tidak menunggu hingga tua dulu baru taat, tapi ia sudah menjadikan ketaatan sebagai karakter dan gaya hidupnya sejak muda. Di bagian lain hal ini kembali ditegaskan. “Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.” (Ulangan 34:9).

Kepada teman-teman yang masih berusia muda, jangan jadikan usia sebagai halangan atau alasan untuk melakukan kehendak Tuhan, termasuk melayani, melakukan pekerjaanNya. Tuhan meminta anda-anda yang masih muda untuk mampu tampil sebagai teladan, baik dalam perkataan, tingkah laku, dalam kasih, dalam kesetiaan dan dalam kesucian. (1 Timotius 4:12). Mungkin di usia muda anda merasa belum mampu, itu wajar. Tapi bukankah apa yang diminta Tuhan hanyalah kerelaan kita dan bukan kemampuan atau kehebatan kita? Bukankah Tuhan adalah Allah yang menyediakan? Kepada orang-orang yang dipakaiNya pun Dia pasti selalu menyediakan segala sesuatu terlebih dahulu termasuk menganugerahkan Roh Kudus agar kita dimampukan menjadi saksi-saksiNya. (Kisah Para Rasul 1:8). Jangan tunggu ‘gerbong terakhir’, tapi segeralah naik ketika ‘gerbong’ kesempatan itu hadir di hadapan anda sebelum terlambat. Jangan tunda karena tidak ada yang tahu berapa lama kita punya kesempatan di dunia ini. Tuhan mampu memakai siapapun, termasuk yang masih muda, dan Dia akan melengkapi dengan cukup agar anda mampu. Tuhan siap menyediakan perkara-perkara besar kepada orang-orang muda yang setia. Take the chance before it’s too late. Are you ready?

Usia muda bukanlah halangan untuk setia melakukan kehendakNya

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply