Saved By An Angel

Ayat bacaan: Mazmur 34:8-9
======================
“Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!”

saved by an angel, malaikat, perlindungan, luput dari bencana

Masihkah Malaikat hadir ditengah-tengah kita? Kira-kira setahun lalu, teman saya seorang musisi jazz pemain saxophone mengalami sebuah kesaksian yang luar biasa. Dia seorang musisi yang berasal dari Amerika yang selalu menjaga kekudusannya dengan baik. Ketika ia hadir di Java Jazz tahun 2008 lalu, ia bercerita meskipun sempat mengalami kekecewaan ketika teman baiknya meninggal saat mendaki gunung bersama-sama, namun ia tetap mengambil komitmen untuk setia pada Tuhan. Kira-kira 2 bulan setelah ia kembali ke Amerika, ia mengalami sebuah musibah. Sepulangnya dari sebuah show, mobil yang ia kendarai menabrak sebuah truk besar. Tabrakan itu cukup mengerikan. Mobilnya remuk tak berbentuk. Dalam kondisi seperti itu, rasanya sulit membayangkan ada orang yang bisa selamat. Setidaknya mungkin mengalami luka berat. “I should have died at that time, because the crash was terrible” katanya.Saat itu ketika musibah tabrakan terjadi, ia mengaku melihat sebuah sosok yang mengulurkan tangan dan menariknya keluar dari mobil. Luar biasa, meskipun sempat diopname selama seminggu, ia tidak mengalami masalah berarti. Dua minggu setelah kejadian itu, ia sudah tampil lagi di panggung.  “He sent His Angel to save me. I’m very thankful, and I’m gonna praise him forever..” katanya dalam email.

Luar biasa ketika kita melihat kesaksian-kesaksian yang bisa semakin meneguhkan iman seperti ini. Lihatlah bahwa Tuhan tetaplah peduli dengan kehidupan kita. Dia masih tetap, dan akan tetap siap mengutus Malaikat-MalaikatNya untuk hadir di tengah-tengah kita, dan meluputkan kita dari bencana, jika kita tetap hidup dengan takut akan Tuhan.  Daud menulis demikian: “Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!” (Mazmur 34:8-9). Yang dimaksud dengan takut akan Tuhan bukanlah bentuk ketakutan duniawi, sebab untuk bentuk-bentuk ketakutan duniawi ini kita telah dilepaskan. “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7) Dan jika kita tetap takut, artinya kita belumlah sempurna dalam kasih. “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.” (1 Yohanes 4:18). Takut akan Tuhan menjelaskan tentang bagaimana kekuatan, kebesaran, kekudusan dan otoritas Tuhan. Tidak seperti ketakutan duniawi, takut akan Tuhan adalah bentuk rasa takut yang sehat. Takut akan Tuhan berarti kita patuh pada perintahNya, hidup dengan menghormatiNya, berpegang kepadaNya, mengenal pribadiNya dan kemudian hidup memuliakanNya. Rasa takut akan Tuhan akan membawa kita lebih dekat lagi kepadaNya, bukan sebaliknya menjauhkan. Takut akan Tuhan juga bukan berarti bahwa kita hidup benar semata-mata karena takut akan hukuman yang dijatuhkan Tuhan, tapi lebih kepada besarnya kasih kita kepadaNya, dan menyadari betapa besar kasihNya pada kita, sehingga kita tidak ingin ada hal yang bisa merusak hubungan harmonis antara kita dengan Sang Pencipta kita. Ketika hidup kita selalu didasarkan pada takut akan Tuhan, lihatlah bagaimana Tuhan menjanjikan perlindungan dalam setiap langkah kita, termasuk dengan menurunkan MalaikatNya untuk berkemah di sekitar kita untuk senantiasa menjaga dan meluputkan kita dari bencana.

Di atas segala upaya manusia untuk membuat sistem perlindungan yang terbaik, ingatlah bahwa ada Tuhan di atas segalanya yang mampu memberikan perlindungan dan rasa aman pada jiwa anda beserta keluarga. Mari kita baca Mazmur 91:9-16. “Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.” (Mazmur 91:9-13). Bagaimana agar kita bisa mendapat janji Tuhan yang sungguh luar biasa ini? Ayat berikutnya memberi penjelasan. “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.” (ay 14). Ya, dengan mengenal nama Tuhan, dengan takut akan Tuhan. Selanjutnya Allah berfirman: “Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.” (ay 15-16). Haleluya.

Apa yang terjadi pada musisi peniup saxophone Amerika di atas bisa juga terjadi pada kita, karena Tuhan menjanjikan sebuah perlindungan yang pasti pada semua orang yang hidup dengan takut akan Tuhan. Sudahkah kita menjaga hidup kita dengan benar? Sudahkah kita mentaati perintah Tuhan, menjauhi laranganNya, bukan semata-mata karena kita merasa takut berdosa atau takut masuk neraka, tapi terlebih karena kita mengasihiNya dan tidak ingin mengecewakan Dia yang sudah begitu baik pada kita? Ketika kita mengamalkan pola hidup seperti ini, bersiaplah untuk mendapati para Malaikat Tuhan berkemah di sekitar kita. Lalu kecaplah, dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan!

Tuhan menjaga hidup kita yang takut akan Tuhan dan siap meluputkan kita dari bencana

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply