Satukan Semangat Misioner Penggiat Komsos Parokial se-KAJ

Jakarta Archdiocese Social Communication Chief Father Harry Sulistyo delivered his presentation 1GELIAT besar rasa ingin tahu menyeruak di antara sudut-sudut gedung Aula Katedral di Jl. Katedral 7, Jakarta Pusat, sepanjang Minggu pagi hingga siang tanggal 30 November lalu. Tak kurang sekitar 200-an penggiat komunikasi social (Komsos) dari seluruh paroki se-KAJ datang memenuhi separuh aula ini. Mereka datang pertama-tama karena ada undangan dari RD Harry Sulistyo yang […]

Jakarta Archdiocese Social Communication Chief Father Harry Sulistyo delivered his presentation 1

GELIAT besar rasa ingin tahu menyeruak di antara sudut-sudut gedung Aula Katedral di Jl. Katedral 7, Jakarta Pusat, sepanjang Minggu pagi hingga siang tanggal 30 November lalu. Tak kurang sekitar 200-an penggiat komunikasi social (Komsos) dari seluruh paroki se-KAJ datang memenuhi separuh aula ini.

Mereka datang pertama-tama karena ada undangan dari RD Harry Sulistyo yang dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komisi Komsos KAJ ingin mengumpulkan para penggiat Komsos di setiap paroki untuk sebuah jalinan forum komunikasi.

Selain itu, seperti yang tertulis dalam naskah undangan melalui email, forum komunikasi antar para penggiat Komsos ini juga dimaksudkan sebagai ‘temu muka’ antara hirarki KAJ dengan para ‘pewarta iman’ lintas parokial.

Maka dari itu, tertulis di situ beberapa topik diskusi yang menjadi menu utama pertemuan. Di antaranya, hal-ikhwal tentang apa itu pastoral evangelisasi dan siapa-siapa saja yang duduk di ‘lembaga’ Dewan Pastoral KAJ. Romo Samuel Pangestu yang baru saja didapuk menjadi Vikjen KAJ yang baru menggantikan RD Yohanes Subagyo mengambil peran di panggung menjelaskan seluk-beluk karya pastoral di KAJ.

Tahun Syukur 2015

Topik diskusi lainnya berkisah tentang Peran Komsos dalam Evaluasasi dan Refleksi Rangkaian Tahun Syukur. Kali ini, RD Harry Sulistyo mengambil peran di panggung. Ketua Komisi Komsos KAJ ini antara lain menjelaskan beberapa pokok pikiran mengenai:

  • Pastoral Evangelisasi melalui produk hiburan layar lebar dengan selesainya film “Nada untuk Asa” yang siap naik tayang mulai Februari 2015. Untuk merangsang gairah rasa ingin tahu para penggiat Komsos KAJ, maka tampillah sutradara Charles Gozali, artis Marsha Timothy, dan artis Nadia. Ketiganya diberi kesempatan untuk bicara apa dan mengapa akhirnya mau berkiprah membidani film produksi Komsos KAJ bekerjasama dengan Magma Entertainment ini.
  • Dicanangkannya Tahun Syukur 2015 sebagai ‘gerakan iman’ di KAJ.

Merajut jalinan komunikasi

Di sesi akhir, maka bertemulah para penggiat Komsos se-KAJ di forum sharing dan diskusi di level Dekenat. Masing-masing penggiat Komsos bergabung masuk di forum diskusi ini sesuai asal paroki dan kemana parokinya ‘menginduk’ ke dekenatnya.

Salah satu pokok penting yang muncul di Dekenat Tangerang, misalnya, adalah susahnya mencari ‘bibit’ untuk menjadi penggiat tangguh di bidang komsos ini.

Christina Syah dari Paroki Santa Maria Kota Tangerang berkisah bagaimana susahnya mencari ‘talent’ di kalangan OMK untuk ikut mengelola Majalah Paroki “Warna” yang terbit dwibulanan.

Pun pula yang dialami Yenny, penggiat Komsos dari Paroki Santo Matius Bintaro. “Dulu beberapa bulan majalah kami sempat vakum karena tidak ada yang ‘ngisi’, sekarang sudah berjalan tapi juga butuh kerja keras,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan penggiat Komsos dari Paroki St. Laurentia, Serpong. Kalau pun ada berbeda, maka inilah sharing para pengelola majalah “Komunika” terbitan Paroki St. Monika Serpong.

“Dari biaya produksi setiap dwibulanan, hampir 40% ditopang oleh pemasukan iklan,” tutur seorang bapak dan rekannya dari percetakan yang ikut mengelola majalah parokial ini.

Apa pun isi sharing di forum jalinan para penggiat Komsos parokial se-KAJ ini, forum yang digagas RD Harry Sulistyo ini jelas berguna untuk membuka ruang kerjasama antar penggiat komsos parokial.

Awalnya, saling kenal muka, saling sapa dan selanjutnya usai berbagi kisah dan cerita maka jalinan pertemanan ini berlanjut menjadi jalinan kerjasama teknis maupun non-teknis.

Satu langkah kecil baru saja dibuat dan langkah-langkah selanjutnya masih kita nantikan selanjutnya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply