(sambungan)

Kesepakatan atau kebersatuan dalam kerukunan dalam keluarga akan menghasilkan sebuah keluarga dengan ikatan kuat dan harmonis. Hari-hari ini yang sering kita lihat justru sebaliknya. Kalau suami ke kiri, maka istri ke kanan. Ketika satu dapat masalah, yang lainnya menyalahkan. Ada suami-suami yang menganggap istrinya tidak penting dalam mengambil keputusan, ada istri yang tidak ada atau tidak peduli saat suaminya harus memutuskan sesuatu. Kalau keputusan salah, tinggal salahkan saja suaminya, beres. Anak-anak yang tidak didengar atau dianggap sama sekali karena terus dicap tidak tahu apa-apa, atau malah dalam keluarga saling tidak bicara kalau tidak perlu karena kalau bicara sedikit pasti ribut. Ini terjadi pada banyak keluarga saat ini.

Yang juga sering jadi akar masalah, kesibukan yang menyita waktu membuat hubungan antar keluarga menjadi dingin. Apalagi mesbah keluarga, berantakan dan terabaikan. Semua berjalan sendiri-sendiri, dan ini bisa membahayakan keharmonisan keluarga. Yesus berkata: “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:19-20). Bukankah sudah dinyatakan bahwa ada kuasa yang bisa ditimbulkan dari kesepakatan dan kebersamaan? Begitu kuat, sehingga kalau dua atau tiga orang saja berkumpul, Yesus hadir, dan kesepakatan untuk meminta dalam nama Yesus akan membuat permintaan dikabulkan. Itu janji Tuhan. Bagaimana itu bisa hadir apabila tidak ada kesatuan lagi dalam keluarga? Semua itu pun akan luput dari kita.

Kesepakatan bisa diibaratkan sebagai sebuah kerjasama dalam kesatuan yang harmonis, saling dukung, saling bantu, satu suara. Dari kisah Nuh, kita melihat bahwa kerjasama harmonis bukan saja terjadi antara suami-istri dan anak, namun ada campur tangan Tuhan pula di dalamnya. Ketika Nuh disuruh membangun bahtera, perhatikan Tuhan memberitahukan secara rinci mengenai bagaimana membangun bahtera tersebut. Ini menunjukkan dengan jelas bahwa untuk memperoleh keselamatan, sebuah kerjasama tim juga harus melibatkan Tuhan. Dalam pengambilan keputusan, atau doa-doa permohonan, adakah Tuhan tetap berbicara pada kita? Tentu saja. Ada Roh Kudus yang selalu mengingatkan dan membimbing kita. Tuhan berbicara baik lewat hati nurani, lewat orang lain, atau penglihatan dan sebagainya. Namun seringkali kita mengabaikan semuanya dalam mengambil keputusan, dan cenderung lebih memikirkan kepentingan diri kita sendiri. Kita tidak menganggap penting untuk melibatkan anggota keluarga lainnya dalam mengambil keputusan. Ini jelas bukan bentuk kerjasama tim yang baik. Kerjasama tim yang baik seharusnya melibatkan Tuhan, dimana kita sekeluarga mengikuti apa yang menjadi rencana Tuhan dalam hidup kita. Roh-roh perpecahan akan terus berusaha memutus ikatan itu, namun sebuah kesepakatan dan kerja sama tim yang kuat dalam Tuhan akan membuat kita tidak gampang diporak-porandakan iblis. Ingatlah ada Yesus ditengah-tengah kita ketika kita bersepakat bersama-sama dalam keluarga. Bukankah akan sayang sekali jika kita tidak menyadari anugerah seistimewa itu?

Ikatan suami istri adalah ikatan kuat yang dimateraikan langsung oleh Tuhan sendiri. Yesus mengatakan “Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.” (Matius 19:5-6a). Suami istri bukan lagi dua, melainkan satu. Satu bukan saja dalam pengertian jasmani, namun dalam segala hal, termasuk dalam memutuskan sesuatu dan bersepakat dalam berbagai hal. Sudah seharusnya para suami melibatkan istri untuk mengambil bagian dalam keputusan-keputusan rumah tangga. Untuk yang sudah punya anak terutama yang sudah beranjak dewasa, mereka pun perlu diajak untuk bersepakat bersama-sama. Bangunlah mesbah keluarga yang kokoh sejak dini. Tanamkan keteladanan kepada anak-anak anda, saling mengasihilah, dan bersepakatlah dalam segala hal. Saat itu anda lakukan, Yesus sendiri akan berada ditengah-tengah anda.

Kesepakatan antar anggota keluarga dengan melibatkan Tuhan adalah jalan yang terbaik

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.