Sapaan Teduh

ANDA barangkali capek hari ini karena bekerja seharian. Kamu mungkin tidak gembira karena rencana, program dan harapanmu tidak seperti yang kamu inginkan. Barangkali kamu kecewa, jengkel dan marah dengan seseorang. Jangan biarkan semua litani rasa ketidak enakan itu menguasaimu malam ini melainkan “berteduhlah” di bawah kasih Allah yang tidak jemu memandangmu dan mendekapmu. Biarkanlah semuanya […]

ANDA barangkali capek hari ini karena bekerja seharian. Kamu mungkin tidak gembira karena rencana, program dan harapanmu tidak seperti yang kamu inginkan. Barangkali kamu kecewa, jengkel dan marah dengan seseorang. Jangan biarkan semua litani rasa ketidak enakan itu menguasaimu malam ini melainkan “berteduhlah” di bawah kasih Allah yang tidak jemu memandangmu dan mendekapmu. Biarkanlah semuanya kepenatan hati dan kegalauan perasaan berlalu dengan berlalunya malam ini. Ada yang lebih penting, yakni keluargamu, rumahmu, dan anak-anakmu. Allah bersamamu dan merangkul erat dirimu. Sapaan ini kuhaturkan kepadamu para sahabatku dan ku panggil Allah menaungimu dengan kasih-Nya.

Akhirnya matahari itu pun menyembunyikan sinarnya dan lenyap dari peredarannya. Inilah seuntai kalimat terucap dari mulutku, saat hari mulai gelap. Kini bintang kecil itu mulai tampak di peraduannya dengan sinar mungilnya yang gemerlapan Inilah sapaan berikutnya saat gelap itu mulai “berkuasa”. Tetapi aku yakin, kasih Allah dan cahayaNya yang perkasa tidak akan lenyap dan pudar. Inilah ungkapan keyakinan yang terlontar dari sanubari yang dalam.

Para sahabatku, indahnya hidup ini memang bukan tergantung dari kegembiraan yang kita alami pada hari ini. Bukan juga berapa besar keuntungan yang kita peroleh dari hasil perjuangan kita. Tentu bukan juga berapa banyak gelar kebanggan dan pujian yang kita raih. Namun hidup itu indah karena Allah tetap mengulurkan tanganNya saat kita jatuh, menopang saat kita linglung, mendorong saat kita lemah, membuka jalan saat kita bingung, memberi kepastian saat kita putus asa, menghibur saat kita menangis, menyemangati saat kita lemah dan memaafkan serta mengampuni saat kita berdosa. Bukankah ini menjadi kabar gembira bagi kita? Bukan ini menjadi inspirasi hidup kita? Dan bukankah ini juga menjadi semangat kita untuk menjalani hari hari esok yang penuh dengan tantangan dan perjuangan?

Memang tidak ada kasih terbesar selain kasih Allah yang mengutus Puteranya, jaminan keselamatan abadi. Tiada cahaya secemerlang Yesus, Cahaya dunia yang menerangi kegelapan hidup. Tiada pengorbanan termulia selain darah Yesus yang tercurah dan HidupNya menjadi tebusan bagi dosa-dosa kita.

Bila matahari setia terbit di pagi hari, bintang bersinar di malam hari namun kasih dan Cahaya Ilahi Allah bersinar melewati batas waktu. Bila sinar matahari redup di kala hujan dan bintang lenyap diselimuti awan, namun sekali lagi, Cahaya Abadi dan Sejati itu, tetap bersinar. Tak satu pun mampu mengatasi tembusan sinar illahiNya. Bila air sungai itu tidak mengalir dan mata air itu kering di musim kemarau, namun sumber “air hidup” yang bersumber dari Allah tidak pernah kering dan akan senantiasa mengalir dalam hidup kita. DIALAH SUMBER KESEGARAN SEJATI

Maka para sahabatku, bergembiralah karena Allah tetap peduli. Bersukacitalah karena Dia tidak membiarkan kita berjalan sendirian (Mateus 28:20). Yakinlah bahwa Dia berjalan beriring bersama kita. Benar bahwa Allah tidak berjanji bahwa kita lepas dari segala beban hidup tetapi Ia berjanji akan membantu kita membawa beban itu. Benar bahwa Allah tidak berjanji bahwa kita tidak akan pernah lagi menangis, tetapi Ia berjanji akan selalu menghibur kita saat kita sedih dan menangis. Dia berjanji berada di sisi kita. Benar bahwa Allah tidak berjanji bahwa kita bebas dari salib, tetapi Ia berjanji akan membantu kita membawa salib itu. Selamat malam, Allah memberkatimu anak-anak dan keluargamu. Nikmatilah malam yang teduh ini bersama kasih Allah yang senantiasa “menyelimutimu.”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply