Santo Petrus dan 10.000 Kerikil di Meeting for the Friendship amongst People, Rimini

meeting-rimini-pizzaballa2PADA hari Minggu 24 Agustus 2014, lebih dari sepuluh ribu peserta Meeting For The Friendship Amongst People di kota Rimini mengikuti misa pembukaan di auditorium besar dari gedung Rimini Fair. Misa ini dipimpin oleh Uskup Rimini Mgr. Francesco Lambiasi seraya mengikuti siaran langsung doa Angelus bersama Paus Fransiskus dari Pelataran Santo Petrus. Homili Uskup dan […]

meeting-rimini-pizzaballa2

PADA hari Minggu 24 Agustus 2014, lebih dari sepuluh ribu peserta Meeting For The Friendship Amongst People di kota Rimini mengikuti misa pembukaan di auditorium besar dari gedung Rimini Fair. Misa ini dipimpin oleh Uskup Rimini Mgr. Francesco Lambiasi seraya mengikuti siaran langsung doa Angelus bersama Paus Fransiskus dari Pelataran Santo Petrus.

Homili Uskup dan perkataan Sri Paus berkonsentrasi pada Injil hari Minggu, yang mengisahkan episod di mana Yesus mempercayakan kepada Petrus untuk memimpin Gereja-Nya. Petrus menjawab tanpa keraguan atas pertanyaan Yesus kepada para murid: “Apa katamu, siapakah Aku ini?” (Mat 16:15).

Petrus lekas mengaku: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Mat 16:16).

Sepuluh ribu orang di Rimini menyatukan diri dengan suara kerumunan umat beriman yang ada di Pelataran Santo Petrus untuk menjawab ajakan Paus Fransiskus. Mereka mengulang sampai tiga kali kalimat Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Mgr. Lambiasi juga mengatakan bahwa kita tidak merasakan diri sebagai batu karang, tetapi hanya batu-batu kecil, kerikil yang rapuh. Tetapi tiada kerikil di dunia yang tak berharga. Di tangan Yesus setiap kerikil menjadi amat berharga. Karena Yesus memang bekerja demikian: “Ia mengambil kerikil pertama yang ditemukan-Nya di jalan dan menempatkannya di mana diperlukan”.

Dalam Misa pembukaan Meeting 2014 juga hadir Penjaga Tanah Suci, Imam Fransiskan, Pierbattista Pizzaballa dan para uskup Luigi Bressan dari Trento dan Lorenzo Leuzzi, wakil Keuskupan Roma.

Rimini-20140826-00709

Lokasi pertemuan: Di sinilah digelar pertemuan dengan peserta kurang lebih 10 ribuan orang. (Dok. Shirley Hadisandjaja Mandelli)

Meeting edisi ke-XXXV ini setiap tahun diorganisir oleh Gerakan Katolik Gerejawi “Communion and Liberation”. Tahun ini mengambil tema yang lekat di hati Paus Fransiskus “Menuju pinggiran dunia dan keberadaan diri. Sang Takdir (Allah) tidak meninggalkan manusia sendirian”, yaitu menuju ke pinggiran bukan saja geografis tetapi juga ke pinggiran diri manusia di mana ada dosa, penyakit, kepedihan, ketidakadilan, ketidakpedulian, pemikiran, dari setiap bentuk kesengsaraan”.

Rimini-20140826-00707

Berbondong-bondong: Ribuan peserta berbondong-bondong memasuki arena pertemuan tahunan di Rimini, Italia. (Dok. Shirley Hadisandjaja Mandelli)

Rimini-20140825-00670

Mewakili Gereja Katolik Indonesia: Penulis adalah WNI namun tinggal di Milan, Italia. Secara simbolis, kehadiran saya bolehlah dibilang mewakili Gereja Katolik Indonesia yang menjadi bagian dari Gereja Katolik Semesta. (Dok. Pribadi)

Dengan demikian, meeting di Rimini ingin merangkul seluruh umat Kristen dan semua komunitas minoritas di dunia yang mengalami penganiayaan terutama di Timur Tengah dan ingin menjangkau semua orang yang terpinggirkan.

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply