Sang Terang Dunia

Ayat bacaan: Yohanes 8:12=====================”Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”Suatu kali saya hend…

Ayat bacaan: Yohanes 8:12
=====================
“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

Suatu kali saya hendak mengunjungi rumah teman yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya. Karena lumayan dekat saya pun memilih untuk berjalan kaki saja. Hari sudah gelap, sementara hujan baru saja reda. Akibatnya jalan yang berlubang-lubang banyak genangan air yang kalau tidak hati-hati bisa mengotori sepatu dan celana. Gelapnya malam membuat saya sulit menghindari bagian-bagian yang becek. Tapi dengan menggunakan lampu senter saya bisa melihat dengan jelas jalan yang saya lalui sehingga saya bisa menghindari ‘ranjau-ranjau’ becek hingga ke tujuan.

Segelap-gelapnya sebuah tempat, sedikit cahaya sudah mampu menutupinya. Tidak ada gelap yang bisa mengalahkan terang. Dan berjalan antara dalam gelap dan terang akan sangat berbeda.

Mari kita lihat apa yang terjadi di Betlehem lebih dari dua ribu tahun yang lalu, saat Yesus lahir di dalam palungan. Itu adalah sebuah malam yang teramat sangat bersejarah dan sangat penting artinya bagi kehidupan manusia sampai kapanpun selama eksistensi manusia di muka bumi ini masih ada. Itu adalah sebuah malam yang membawa terang. Kelahiran Kristus ke dunia akan mengalahkan kegelapan sampai kapanpun, sebuah malam dimana siapapun yang duduk dalam kegelapan akan melihat sebuah cahaya terang yang sempurna yang langsung berasal dari tahta Bapa di surga. Sebuah malam dimana Tuhan rela memberikan AnakNya turun ke dunia sebagai “Terang Dunia.”

Kita semua tentu sadar akan gelapnya dunia ini dengan adanya dosa dan bagaimana kegelapan dari dunia ini bisa menyelubungi dan menelan kita. Semakin lama semakin terperosok ke dalam dan semuanya akan semakin gelap. Pada suatu ketika kita akan terbiasa dalam gelap dan bisa jadi terputus total dari terang. Tapi bersyukurlah bahwa kedatangan Kristus ke muka bumi ini sebagai Terang Dunia yang mampu membawa kita keluar dari kegelapan itu dan kemudian dibukakan kesempatan untuk berjalan dalam cahaya terangNya. “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yohanes 8:12). Seperti halnya terang yang akan segera mengalahkan gelap, begitu juga kehidupan kita. Tidak ada satu kegelapanpun yang mampu menguasai kita jika kita memiliki Kristus, Sang Terang Dunia dalam dalam diri kita.

Petrus mengingatkan kepada kita, para orang percaya bahwa sesungguhnya merupakan bangsa yang terpilih, imamat yang rajani alias the royal priesthood, dan kita semuanya sebenarnya sudah dipanggil keluar dari kegelapan untuk masuk ke dalam terangnya yang ajaib. Ayat itu berbunyi demikian: “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” (1 Petrus 2:9). Seperti itulah hakekatnya diri kita. Seharusnya tidak ada gelap yang bisa menaungi kita. Sayangnya seringkali kita lupa bahwa sesungguhnya kita punya terang Kristus. Kita cenderung terbiasa dengan kegelapan dan mengabaikan hidup dalam dan dengan Terang Dunia. Atau kita tahu bahwa ada Terang bersama kita, tapi kita malah memasukkannya ke dalam kotak dan menutupnya sehingga Terang tersebut tidak bisa berfungsi menggantikan kegelapan.

Selain ayat bacaan hari ini, Yesus juga berkata “Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.” (Yohanes 12:46). Kita harus menyadari dan mensyukuri hal itu. Kita punya Tuhan yang luar biasa yang selalu siap untuk menarik kita keluar dari kegelapan untuk masuk ke dalam terangNya yang ajaib. Sebuah terang yang kapan saja bisa menyingkirkan gelap jika saja kita mengizinkan hal itu terjadi. Di saat seperti itulah kita akan bisa berkata seperti Daud, “Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,” maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.” (Mazmur 139:12).

Sebentar lagi kita akan memperingati datangnya Kristus ke dunia ini membawa terangNya yang ajaib. Terang itu siap terus menyinari kita, memindahkan kita dari kegelapan untuk berjalan dalam terang Tuhan. Sadarilah hal ini dan berhentilah untuk membiarkan kita terus terperangkap dalam gelap. Mulai saat ini, pastikan bahwa Terang Kristus senantiasa ada bersama kita, menyertai dan membimbing kita sepanjang waktu. Kiranya terang Kristus selalu bersinar dalam hidup kita.

Saat terang datang, tidak ada satupun kegelapan yang mampu mengalahkannya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply