Sang Penebus

Ayat bacaan: Yohanes 1:29
====================
“Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”

tuhan tidak adil, yesus sang penebus

Seorang teman saya tadi bercerita bahwa ia baru aja membantah dosennya, karena sang dosen dengan lantang berkata bahwa Tuhan itu tidak adil. Sang dosen mengatakan bahwa berbagai bencana yang terjadi di dunia ini adalah untuk menyiksa manusia dan menunjukkan ketidakadilan Tuhan. Dengan tegas dia membantah, dan akibatnya ia mendapat hukuman di “suspend” untuk beberapa hari. Namun untunglah, dekan menganulir hukuman tersebut karena menurut si dekan, ia punya hak untuk mengeluarkan pendapatnya. Baru saja saya kemarin menulis renungan tentang kitab Yoel, dan apa yang terjadi pada teman saya itu mengingatkan saya akan renungan tersebut. Jika dibaca sepintas, terlihat hukuman yang dijatuhkan Tuhan memang mengerikan. Tapi kita harus melihat hal ini lebih luas, karena hukuman itu bukan sembarangan dijatuhkan apalagi menganggap bahwa itu adalah bentuk tindakan kesewenang-wenangan Tuhan yang mempermainkan manusia bagaikan boneka demi kepuasan pribadi. Kemarin saya sudah menuliskan bagaimana Tuhan memulihkan segala sesuatu dengan seketika begitu kita bertobat. Itu menunjukkan belas kasihNya yang luar biasa. Bahkan dosa semerah kirmizi sekalipun akan menjadi seputih salju, semerah kain kesumba pun akan seputih bulu domba. (Yesaya 1:18). Dan itu akan langsung kita peroleh. Bukan saja diampuni, tapi Allah bahkan tidak lagi mengingat dosa kita. (Yeremia 31:34). Bukti lain bahwa Tuhan adalah penuh kasih dan sangat menyayangi kita? Tuhan ternyata juga pro-aktif. Nabi demi nabi diutus untuk mengingatkan manusia agar kembali berbalik dari jalan-jalan yang sesat. Dan tidak berhenti sampai disitu. Tuhan pun mengutus AnakNya yang tunggal agar kita tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16).

Inilah yang diucapkan Yohanes ketika ia memperkenalkan Yesus kepada murid-muridnya. Apa yang tertulis pada Yesaya 53 akhirnya digenapi, dan Yohanes tahu dia tengah berhadapan dengan Anak Domba yang dinubuatkan dalam Yesaya. Yohanes pun tahu bahwa ia adalah orang yang ditugaskan Tuhan sebagai pembuka jalan bagi pelayanan luar biasa Yesus di dunia ini, sebagai tanda betapa Allah mengasihi kita semua. Kedatangan Yesus ke dunia ini adalah untuk membayar lunas segala dosa-dosa kita lewat karya penebusan di atas kayu salib, kemudian memulihkan hubungan kita dengan Bapa. Kedatangan Yesus ke dunia adalah bukan untuk memanggil orang benar, melainkan untuk orang berdosa. “… Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Markus 2:17). Penebusan Kristus pun tidak berbicara hanya bagi satu orang, satu suku atau satu bangsa saja, tapi berlaku untuk semua manusia, (1 Timotius 2:6)  untuk dosa seluruh dunia (1  Yohanes 2:2). Demikianlah besarnya kasih Tuhan pada kita semua.

Jika kita menyadari hal diatas dengan benar, tentu kita akan sadar bahwa Tuhan teramat sangat mengasihi kita. Dia sangat peduli dan tidak ingin satu pun dari kita berakhir pada tempat penuh siksaan dengan api belerang yang menyala-nyala. Dia sangat mengerti kelemahan kita, karenanya Tuhan tidak pernah berhenti mengingatkan kita, malah menganugrahkan Kristus untuk menebus dosa-dosa kita, menyelamatkan kita dan memulihkan hubungan kita denganNya. Sudah sepantasnya kita mensyukuri kasih Tuhan yang begitu besar. Bertobat dan berbaliklah dari jalan-jalan yang salah jika kita menghargai kasihNya, dan tekunlah menjaga diri agar tidak terjerumus terus menerus ke dalam dosa. Menuduh Tuhan tidak adil, seperti halnya dosen teman saya di atas tidak akan keluar dari mulut atau pikiran kita jika kita benar-benar memahami pribadi Tuhan yang sesungguhnya.

Kristus Sang Penebus adalah bukti nyata kasih Allah yang begitu besar bagi manusia

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply