Saling Mendoakan

Ayat bacaan: Kolose 4:12
====================
“Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah.”

saling mendoakan

Hari ini saya teringat oleh beberapa teman saya di masa kuliah. Pada saat itu saya masih hidup dalam kegelapan, tanpa pegangan apapun sehingga mereka pun merasa terpanggil untuk memperkenalkan Yesus kepada saya. Apa yang saya lakukan pada saat itu? Saya menertawakan mereka, dan berkata “sudahlah, percuma saja mengkotbahi saya, tidak bakalan mempan. Lebih baik simpan tenaga kalian buat orang lain.” Itu kira-kira yang saya katakan kepada mereka, yang sudah repot-repot datang berkunjung ke rumah saya. Saya pun segera meminta mereka untuk pulang karena saya merasa terganggu. Mereka pun pergi, tidak pernah lagi mendatangi saya setelahnya. Beberapa tahun setelah kejadian itu saya bertobat dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat saya. Mereka pun mendengar kabar itu dan menjadi senang. Pada saat itulah mereka bercerita bahwa setelah saya menolak mereka pada saat itu, ternyata mereka tidak putus-putusnya membawa saya dalam doa bertahun-tahun. Bayangkan, ada beberapa orang yang sudah saya tolak ternyata tidak membenci saya tetapi malah terus mendoakan saya. Saya berbuat jahat kepada mereka, tetapi mereka tidak membenci saya. “Tidak sia-sia kami terus mendoakanmu, Puji Tuhan, akhirnya doa itu didengar.” kata salah seorang dari mereka. Saya terharu dan bersyukur, orang-orang yang dahulu saya tolak ternyata merupakan teman-teman sejati yang sangat peduli dengan keselamatan saya.

Kita mungkin tahu, mungkin juga tidak. Kita bisa saja tahu pada suatu saat nanti, atau malah tidak akan pernah tahu sama sekali. Tapi tidakkah mungkin ada orang-orang yang terus bergumul mendoakan kita terus menerus, sehingga jika kita berada dalam keadaan baik dan terjaga hari ini, didalamnya ada andil dari mereka yang peduli terhadap kita lewat doa-doa yang mereka panjatkan untuk diri kita secara serius? Gembala anda misalnya, tim pendoa di gereja, teman-teman persekutuan, atau jemaat yang terpanggil untuk mendoakan saudara-saudari seiman mereka, orang tua anda, saudara, teman-teman, tetangga dan sebagainya, bisa saja satu atau beberapa di antara mereka secara tekun bergumul dalam doa untuk kita. Terkadang sebuah perjuangan diperlukan untuk mendukung sesama orang percaya atau yang belum percaya sekalipun, dan itu sangatlah baik apabila dilakukan lewat doa.

Ada seorang hamba Tuhan bernama Epafras yang berada dalam penjara bersama-sama dengan Paulus. Namanya mungkin tidak begitu kita kenal seperti halnya kita mengenal Paulus, Petrus, Barnabas dan beberapa rasul lainnya, tetapi apa yang dilakukan Epafras mencerminkan kerinduannya untuk terus memberi dukungan kepada para jemaat lewat doa. “Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah.” (Kolose 4:12). Paulus mengatakan bahwa Epafras tidak saja sekedar berdoa, tetapi dikatakan bergumul dalam doa-doanya untuk kebaikan jemaat. Tidak hanya sekali-kali bergumul, tapi dikatakan “selalu bergumul”, dan itu ia lakukan untuk jemaat Kolose supaya mereka bisa berdiri teguh seperti orang-orang yang dewasa yang punya keyakinan penuh akan segala yang dikehendaki Allah.

Ada kuasa di dalam doa, apalagi jika dilakukan oleh orang benar. Mungkin Tuhan tidak segera menjawabnya sekarang juga, tetapi ada saatnya nanti dimana kita melihat doa kita mendapat jawaban dari Tuhan. Dan jangan lupa pula ada prinsip saling dalam korelasi harmonis yang berlaku dalam banyak hal dalam kekristenan. Saling mengasihi, saling membantu, saling memberkati, saling mengingatkan, dan sebagainya, termasuk di dalamnya saling mendoakan. Semua ini dirangkum oleh Yakobus dengan kalimat berikut: “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. (Yakobus 5:16). Saling mendoakanlah, karena doa itu punya kuasa yang besar.

Jika orang yang jahat kepada kita, yang memusuhi atau bahkan menganiaya kita saja harus kita kasihi dan doakan (Matius 5:44), apalagi orang-orang yang secara tekun mendoakan kita, bergumul setiap hari untuk diri kita. Mereka terus bergumul agar kiranya Tuhan mengulurkan tanganNya untuk mengangkat kita keluar dari masalah, mendoakan kita agar kita terus mengalami tingkat rohani yang bertumbuh, agar kita sembuh dan lain-lain. Mungkin anda tidak tahu siapa orang-orang yang secara tekun melakukannya, tetapi apa salahnya anda mulai mendoakan orang-orang yang anda kenal? Saling mendoakan, itu hal yang wajib untuk kita lakukan. Jangan hanya mementingkan diri sendiri saja, hanya ingin selamat sendiri tanpa mempedulikan keselamatan orang lain. Sikap seperti itu janganlah sampai menjadi pola pikir kita. Apakah kita mau bergumul dalam doa pula untuk meminta Tuhan menjaga orang-orang yang kita kasihi? Hari ini anda mungkin bisa memulainya dengan membuat daftar orang-orang yang akan anda doakan, dan mulailah doakan mereka. Sebuah doa yang dipanjatkan dengan rasa percaya dan dilakukan oleh orang benar akan sanggup membawa dampak atau perubahan positif bagi orang lain, bahkan orang-orang yang anda rasa tidak mungkin bertobat sekalipun, seperti saya dahulu. Panjatkanlah doa syafaat bagi orang-orang yang kita kasihi dan kita kenal dengan baik, bagi pemerintah, teman-teman, keluarga dan sebagainya. Percayalah, doa yang sungguh-sungguh tidak akan pernah sia-sia.

“Dan apa saja yang kamu minta dalam doa  dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Matius 21:22)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply