Saling Membimbing menuju Kebaikan

buta by daily mailJumat, 12 September 2014. Hari Biasa Pekan XXIII 1Kor 9:16-19.22b-27; Mzm. 84:3.4-5-6.8.12; Luk 6:39-42   “Dapatkah seorang buta menuntun orang buta?” APA  yang bisa petik sebagai pelajaran dari perumpamaan Yesus tentang orang buta dan mata yang terganjal balok? Yesus mengingatkan kita dengan pertanyaan; “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan terperosok ke dalam […]

buta by daily mail

Jumat, 12 September 2014. Hari Biasa Pekan XXIII
1Kor 9:16-19.22b-27; Mzm. 84:3.4-5-6.8.12; Luk 6:39-42
 
“Dapatkah seorang buta menuntun orang buta?”

APA  yang bisa petik sebagai pelajaran dari perumpamaan Yesus tentang orang buta dan mata yang terganjal balok? Yesus mengingatkan kita dengan pertanyaan; “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan terperosok ke dalam lobang?”

Tentu saja; orang buta tidak bisa menuntun orang buta. Mereka akan terperosok ke dalam lobang dan mengalami masalah. Hal serupa dengan orang yang matanya terganjal balok tetapi berlagak hendak menyingkirkan selumbar di mata saudaranya. Itu hanya akan berakhir dalam kedukaan dan kehancuran.

Yesus mengingatkan kita bahwa kita hanya dapat membantu dan membimbing yang lain jika kita sendiri belajar dan menerima bantuan dan  dari guru dan pembimbing yang bijaksana. Kita tidak bisa membantu sesama mengatasi kelemahan dan kesalahan yang lain bila kita sendiri buta terhadap kelemahan dan kesalahan kita. Kita sadar bahwa kita memerlukan guru yang mampu membantu mengatasi kebutaan kita. Kita butuh pembimbing terbaik untuk mengatasi kelemahan kita sendiri.

Siapakah Guru terbaik kita? Dialah Yesus! Dialah Psikolog dan Gembala terbaik bagi jiwa-jiwa yang membutuhkan penyembuhan, pengampunan, dan pemulihan tubuh, pikiran, dan roh. Dialah Guru bagiku dan bagimu juga. Ia datang untuk membebaskan kita dari keadaan yang terburuk sekalipun yakni dari perbudakan dosa, ketakutan dan hukuman. Sungguh, Dialah Dokter ahli yang menyembuhkan kanker dosa, kejahatan, dan penindasan dalam hidup kita. Dialah Penyembuh kita seutuhnya. Hanya satu yang diperlukan agar kita sembuh, yakni berserah kepada-Nya.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita percaya bahwa Yesus adalah Sang Penyembuh. Dialah Penyembuh kebutaan hati kita agar melihat dan mengalami kasih-Nya demi pelayanan bagi sesama. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, saya berdoa kepada Tuhan agar bisa berpikiran positif kepada sesama sehingga saya pun bertumbuh dalam kasih. Saya mohon kepada Tuhan agar menyembuhkanku dari sikap suka mengadili sesama. Lebih mudah aku melihat kejelekan sesama daripada kejelekan diri sendiri. Mari kita percaya sepenuhnya kepada belas kasih Tuhan dan rahmat-Nya yang membersihkan hati kita. Dengan demikian kita dapat saling memberi ruang kasih bagi siapa pun.

Tuhan Yesus Kristus, berilah kami kerendahan hati agar kami menyadari ketidaktahuan, kesalahan, dan kelemahan kami. Bantulah kami untuk selalu memuji yang lain daripada mengkritiknya. Semoga kami dapat membangun simpati daripada melemahkannya. Berilah kami Roh-Mu agar kami mampu membangun daripada menghancurkan, berpikir positif tentang orang lain daripada melihat kejelekannya. Semoga kami saling mendukung satu sama lain dalam kasih dan rahmat-Mu, kini dan selamanya. Amin.

Girli Kebon Dalem

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Kredit foto: Daily Mail

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply