Salah Pergaulan

Ayat bacaan: 1 Korintus 15:33
=====================
“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”

salah pergaulan

Adik saya baru saja dikagetkan dengan munculnya kembali seorang temannya yang sudah 8 tahun hilang. Orang tuanya sudah melaporkan ke polisi 8 tahun yang lalu, tetapi tidak ada kabar berita tentang dia sama sekali. Mereka menduga bahwa anaknya terlibat masalah, sudah dibunuh dan mayatnya dibuang entah kemana. Mereka sudah merelakan, semua teman-temannya pun demikian. Bayangkan betapa kagetnya adik saya ketika temannya itu tiba-tiba muncul di depan pintu rumah. Ia masih hidup, meskipun wajahnya terlihat jauh lebih tua dari usianya, dan di tangannya ada bekas luka bacokan dan sebagainya. Pecahan mesiu pun masih ada yang tertanam di wajahnya. Apa yang terjadi sehingga ia hilang? Dia belum mau menceritakan apa-apa, kecuali mengakui bahwa dia salah bergaul pada waktu itu lalu masuk ke dalam lingkungan yang jahat, sampai akhirnya terpaksa hilang untuk sekian lama. Saya mengenalnya betul. Dahulu saya tahu ia orang baik-baik. Lihatlah bagaimana orang baik-baik bisa menjadi seperti itu akibat lingkungan pergaulan yang salah. 8 tahun terbuang sia-sia dengan bekas luka di sekujur tubuh. Puji Tuhan, Tuhan masih pelihara dia dan masih memberinya kesempatan untuk bertobat. Saya tidak bisa membayangkan seandainya apa yang diduga orang tua dan teman-temannya itu benar. Alangkah sia-sianya hidup yang dimulai dengan baik apabila harus berakhir tragis seperti itu.

Bahaya pergaulan yang salah bukan saja milik teman adik saya itu. Ada banyak orang yang memulai segalanya dengan baik lalu terjerumus ke dalam dosa karena tidak berhati-hati dalam memilih teman. Dalam contoh ekstrim bergaul dengan penjahat bisa mengakibatkan kesalahan fatal seperti yang ia alami. Tetapi ada banyak contoh-contoh lain yang mungkin tidak se-ekstrim itu. Bergaul dengan teman yang suka mabuk-mabukan misalnya, menjadi sesat karena jatuh cinta kepada orang yang salah, terjebak pada bujuk rayu teman-teman, terpaksa melakukan sesuatu yang buruk karena takut disingkirkan dari pergaulan dan sebagainya, ini semua terjadi di sekitar kita, bahkan mungkin kita pun pernah atau masih mengalaminya. Kita mungkin berpikir bahwa sedikit-sedikit melakukan hal buruk tidak apa-apa, tetapi bagaimana jika hal itu kemudian membawa resiko fatal lalu kita tidak lagi punya kesempatan untuk kembali? Disamping itu, ada banyak pula ajaran-ajaran yang seolah mengacu kepada Firman Tuhan tetapi ternyata setelah dikaji baik-baik malah sangat bertentangan dengan FirmanNya? Dunia menawarkan begitu banyak hal yang bisa dengan cepat membuat kita tergiur. Alkitab mengatakan bahwa “dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya…” (1 Yohanes 2:17). Setiap saat kita bisa bersinggungan dengan orang-orang yang sesat, saling menyesatkan dan disesatkan. Jika tidak hati-hati, kita bisa dengan cepat menjadi sesat dan ketika sadar situasinya sudah sangat sulit bahkan bisa jadi sudah terlambat untuk diperbaiki. Adalah sangat penting bagi kita untuk menjaga betul pergaulan kita agar apa yang sudah kita bangun dengan susah payah tidak berakhir sia-sia dalam waktu singkat hanya karena terjebak dalam pergaulan yang salah.

Paulus menyerukan kepada kita agar kita berhati-hati menyikapi pergaulan. “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33). Apa yang disampaikan Paulus mengacu kepada sebuah situasi ketika sebuah ajaran yang tidak mempercayai kebangkitan Kristus beredar di kalangan jemaat Korintus. Mereka dengan gencar berusaha mempengaruhi jemaat sehingga banyak di antara mereka yang kemudian terpengaruh. Paulus pun mengingatkan dengan tegas agar mereka tidak terjebak dalam pengajaran yang salah itu. Mereka harus memperhatikan betul pergaulan mereka agar jangan sampai segala yang baik yang telah mereka capai kemudian hancur berantakan. Pesan ini secara luas masih berlaku hingga hari ini, ketika penyesatan bisa hadir dimana-mana dengan begitu mudahnya. Perkembangan teknologi membuat media semakin banyak, dan dari segala sisi kita bisa dipengaruhi oleh ajakan atau ajaran sesat yang seringkali hadir dengan kemasan menarik yang sepintas bisa saja terlihat baik dan benar. Jika dahulu pesan Paulus itu merupakan sesuatu yang penting, apalagi hari ini.

Kita memang tidak boleh bersifat eksklusif, menutup diri dari orang lain yang tidak sepaham atau seiman, apalagi menganggap orang itu najis atau tidak tahir (haram). Dengan jelas Firman Tuhan melarang kita untuk menjauhi orang lain dengan menganggap mereka seperti itu dalam Kisah Para Rasul 10:28. Tetapi ingat pula bahwa kita harus berhati-hati agar jangan sampai kita yang terjebak mengikuti arus, malah kita yang ikut-ikutan rusak. Tugas kita untuk menjadi terang mengharuskan kita untuk bisa membuka diri seluas-luasnya dengan berbagai pihak. Bersikap eksklusif dengan menutup diri akan sama artinya dengan meletakkan lampu dibawah gantang, sehingga terang tidak akan bisa bercahaya menerangi apa-apa. (Bacalah Matius 5:14-16). Tetapi ingat pula bahwa sebuah terang seharusnya mampu mengalahkan kegelapan. Gelap tidak akan pernah mampu melawan terang. Segelap gulita apapun, jika cahaya masuk kesana maka kegelapan akan sirna. Jika kita yang kalah dan kemudian meredup bahkan menjadi gelap, bukankah itu hal yang ironis dan sangat disayangkan? Kita memang harus membuka diri kepada semua orang, jangan hanya bergaul secara sempit saja, tetapi penting pula bagi kita untuk menjaga diri kita supaya tetap bisa berfungsi sebagai terang dan tidak malah ikut masuk ke dalam kegelapan yang menyesatkan.

Kita diingatkan untuk mewaspadai segala godaan dan tawaran yang bisa dibawa oleh lingkungan pergaulan kita. Firman Tuhan berkata “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.” (1 Tesalonika 5:21). Kita harus senantiasa menguji segala sesuatu apakah sesuai dengan Firman Tuhan atau tidak. Berhati-hatilah karena jebakan bisa masuk dari manapun. Mulai dari sesuatu yang terlihat menggiurkan atau nikmat hingga ajaran-ajaran yang dipoles dalam kemasan yang terlihat baik namun di dalamnya mengandung banyak hal yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Itulah sebabnya kita harus terus rajin membaca Firman Tuhan agar kita tidak gampang terbujuk karena kekurang tahuan kita. Kita hidup di jaman dimana “..orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.” (2 Timotius 3:13). Oleh karena itulah kita diingatkan: “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.” (ay 14). Tetaplah berpegang pada kebenaran Firman Tuhan dalam melangkah. Bergaul tidak salah, tetapi kita harus bisa kritis terhadap pendapat atau ajakan teman-teman. Jagalah diri kita agar jangan sampai terpengaruh kepada sesuatu yang menyesatkan. Pegang prinsip kebenaran baik-baik dan jangan gadaikan demi solidaritas, demi status, demi pertemanan, ingin terlihat hebat dan sebagainya. Pergunakanlah terang Kristus dan jadilah terang yang menyinari kegelapan, bukan menjadi terang yang lemah sehingga gampang diredupkan.

Buka pintu persahabatan seluas-luasnya tetapi berhati-hatilah didalamnya

Follow us on twitter: http//twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: