mukjizat

YESUS dengan jelas sekali mengatakan:”Celakalah engkau Khorazim. Celakalah engkau Betsaida.”

Apakah maksudnya ini? Apakah Tuhan Yesus mengharapkan dua penduduk kota ini celaka?

Bukan demikian. Di sini Tuhan Yesus sangat menyayangkan bahwa penduduk dua kota ini tidak menjadi lebih baik dan bertobat, meskipun semua penduduknya pernah didatangi Tuhan Yesus yang membuat mukjizat.

Mereka telah menyaksikan apa yang dibuat oleh Yesus, tetapi mereka tidak mau bertobat. Maka jelaslah kalau Tuhan Yesus mengadakan banyak mukjizat itu maksudnya bukan untuk dikagumi saja, tetapi mengajak orang mengalami kebaikan Allah, mulai percaya dan bertobat. Sebab kalau mereka tidak bertobat berarti kedatanganNya sia-sia.

Inilah yang akan diperhitungkan Tuhan pada hari penghakiman. Demikian pula dengan penduduk kota Kapernaum yang juga sudah menyaksikan dan mengalami tanda-tanda dari Tuhan, tetapi mereka juga tidak mau percaya kepada Yesus. Pada hal banyak orang yang bangga dan senang melihat mukjizat Yesus ditempat mereka. Dan mereka mengira bahwa ini seakan-akan jaminan bagi keselamatan mereka.

Sebenarnya pernyataan Tuhan Yesus ini juga merupakan peringatan bagi kita semua pada zaman sekarang ini. Banyak orang mengatakan pernah mengalami mukjizat Tuhan dalam hidupnya, entah itu kejadian ajaib yang dialami, entah itu suatu penampakan, entah itu mimpi suci, entah itu peyembuhan. Banyak orang lalu merasa dikasihi oleh Tuhan. Mukjizat sangat dibanggakan oleh Umat yang mengalami dan oleh Umat yang menyaksikan. Namun bukan inilah tujuan tanda ajaib dari Tuhan.

Orang boleh bangga akan karya Tuhan yang dialami dalam hidupnya, dan merasa bahwa dirinya dikasih oleh Tuhan, tetapi apakah pengalaman ini mampu mengubah hidup orang beriman menjadi lebih baik dan menjadikan lebih dekat dengan Tuhan.

Maka dimana ada mukjizat Tuhan atau peristiwa penampakan-penampakan terjadi selalu dipertanyaan: apakah yang menerima mukjizat itu berubah menjadi lebih baik? Dan sekarang ini dalam Gereja kita Tuhan telah membuat banyak mukjizat dan tanda ajaib yang boleh kita alami hampir setiap hari melalui Ekaristi, dimana kita boleh menyambut TubuhNya dan melalui sakramen-sakramen yang menguduskan hidup kita.

Apakah kita juga meyakini bahwa itu adalah karya Tuhan yang besar yang mengasihi kita dan mau menarik hidup kita kepadaNya? Sebab setiap ada campur tangan Tuhan dalam hidup kita, kita dituntut untuk berrtanggung jawab dihadapan Tuhan, jangan sampai pada hari penghakiman Tuhan, kita disamakan dengan Khorazim dan Betsaida.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. khotbah matius 11:20-24
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.