Friday, 19 December 2014

Sahabat Sejati

Ayat bacaan: Amsal 18:24
====================
“Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.”

sahabat, renungan harianSaya mendengar sebuah cerita dari istri saya mengenai temannya. Temannya hampir saja tidak melanjutkan kuliahnya karena kekurangan dana. Orangtuanya bangkrut dan dililit hutang yang tidak sedikit, bahkan sampai harus menjual rumahnya dengan demikian tidak sanggup lagi membiayai kuliah anak mereka. Dalam keadaan tersebut, beberapa sahabatnya berinisiatif memberi bantuan. Mereka mengumpulkan uang mereka sebagai biaya sang teman melanjutkan kuliahnya. Baru-baru ini, teman istri saya itu pun menyelesaikan kuliahnya dengan sukses dan diwisuda. Di saat sulit, ternyata bukan pihak keluarga yang membantu, tapi justru sahabat lah yang peduli.

“A Friend In Need Is A Friend Indeed.” Ini sebuah ungkapan yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Betapa seorang sahabat sejati justru hadir di kala kita mengalami kesulitan hidup. Ketika kita sedang sukses dan berada di atas, pasti tidak akan sulit untuk mendapat sahabat, mereka akan datang dari berbagai arah tanpa dicari atau diminta. Tapi di saat kita mengalami kesulitan, banyak dari mereka akan menghindar dengan berbagai alasan. Ada yang takut dimintai tolong, ada pula yang pergi karena merasa tidak ada lagi yang dapat “dihisap” dari temannya. Ini bukanlah figur seorang sahabat. Sahabat yang baik akan tetap hadir bersama kita dalam keadaan suka maupun duka.

Apa yang terjadi pada diri teman istri saya tadi pernah ditulis oleh Salomo seperti yang dapat dibaca pada ayat bacaan hari ini. Ada sahabat-sahabat yang justru lebih karib daripada seorang saudara. Seperti apa figur sahabat sejati? Menurut Salomo pada Amsal 17:17, sahabat sejati adalah sahabat yang menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara bukan dalam suka, tapi justru dalam kesukaran. Di mata Yesus pun kita adalah sahabat-sahabatNya, bukan hanya murid biasa. Yesus pernah menyatakan bahwa kita ini bukan lagi hamba, tapi justru sahabat. Hamba tidak tahu apa yang diperbuat tuannya, tapi kita diberitahukan segalanya tentang apa yang Dia dengar dari Bapa, dan karenanya kita dianggap sebagai sahabat oleh Yesus. (Yohanes 15:15).

“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”(Yohanes 15:13). Tuhan Yesus telah membuktikannya sendiri dengan memberikan nyawanya untuk menebus kita semua, sahabat-sahabatNya. Sebelum kita menoleh ke kiri dan kanan untuk melihat siapa sahabat-sahabat kita yang sejati, marilah kita tanyakan diri kita terlebih dahulu, sudahkah kita menunjukkan sikap sebagai seorang sahabat sejati? Apakah kita termasuk seorang sahabat yang hadir dengan dukungan penuh ketika teman kita membutuhkan, atau kita termasuk sahabat yang menyingkir dan tidak mau ikut susah ketika mereka susah? Tuhan Yesus adalah seorang sahabat sejati yang mengorbankan nyawanya bagi sahabat, dan setia menyertai kita sampai akhir jaman. Jadilah seorang sahabat sejati seperti pribadi Yesus.

Seorang sahabat sejati akan terlihat jelas di saat kesukaran. Sudahkah anda menjadi seorang sahabat sejati?

Other articles you might like;

Incoming search terms:

0saves


If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Related Posts to "Sahabat Sejati"

Response on "Sahabat Sejati"