Sabtu, 4 Oktober 2014: Namamu Tercatat di Surga, Luk 10:17-24

mewartakan injil by church leaders“Namun demikian janganlah kalian bersuka cita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu tercatata di surga“ (Luk 10:20) PARA murid Yesus melaporkan keberhasilannya setelah pulang dari perutusan nya dengan gembira, karena bangga. “Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu” Namun Yesus menanggapi bahwa Dialah yang telah memberi kuasa mereka. Maka Yesus mengingatkan […]

mewartakan injil by church leaders

“Namun demikian janganlah kalian bersuka cita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu tercatata di surga“ (Luk 10:20)

PARA murid Yesus melaporkan keberhasilannya setelah pulang dari perutusan nya dengan gembira, karena bangga. “Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu” Namun Yesus menanggapi bahwa Dialah yang telah memberi kuasa mereka. Maka Yesus mengingatkan kegembiraan para murid janganlah didasarkan pada suksesnya mengusir setan-setan, tetapi lebih-lebih karena “ namamu telah telah dicatat di surga.”

Marilah kita renungkan kata-kata Yesus ini. Secara mudah kita menafsirkan bahwa murid-murid Yesus ini telah dimasukkan dalam kewargaan Kerajaan Allah. Maka nanti-nya bagi para murid tidak ada yang tersembunyi lagi, misalnya banyak misteri yang diwahyu-kan kepada mereka dan kepada kita.

Ini hendaklah yang harus membuat kita bangga, karena nama kita telah dicatat di surga ( bukan dalam Buku Baptis) dan kita diperkenankan untuk mendengar Firman Tuhan secara langsung dan merasakan misteri yang telah disampaikan, seperti Ekaristi. Itu tidak lain adalah dari kekuatan Injil yang penuh rahasia itu mentrasformasikan hidup kita dan menunjukkan kebenaran. Dengan demikian pula kita pun akan diliputi kebenaran yang akan menghalau kekuatan musuh.

Orang cerdik pandai berpikir bahwa mereka telah tahu atau mengenal Allah, tetapi sebenarnya mereka hanya mengenal bayang-bayang Allah yang sejati, karena mereka tidak melihat kekuatan Allah setiap kali Yesus dimaklumkan. Sedangkan orang kecil malahan tahu hal ini.

Mereka menghayati iman mereka secara sederhana. Mewartakan Injil tidak berarti menjual Injil kepada orang banyak, melainkan membuktikan kekuatannya dalam hidupnya, yaitu dengan mengalahkan kejahatan. Kita tidak perlu menjadi aktivis, tetapi kita mengakui kelemahan kita dan tidak mempunyai kekuatan selain dari Tuhan sendiri.

Nama kita telah tercatat di surga. Kita telah diperhitungkan sebagai warga Kerajaan Allah dan kita telah menerima kekuatan dari atas. Maka kekuatan atau kuasa Allah ini yang perlu kita perlihatkan kepada orang lain terutama dalam memerangi kejahatan di masyarakat.

Kredit foto: Ilustrasi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply