Sabtu 23 Agustus 2014: Antara Berbincang dan Berbuat, Mat 23:1-12

Hambar hubungan by JaniceTUHAN Yesus bersabda: Ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah lan lakukanlah sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kalian turuti perbuatan mereka, karena mereka mengajarkan tetapi tidak melakukannya. Nano si kecil ngambek. Tidak mau makan, tidak mau mandi. “Habis papa bohong. Katanya mau ke Moro…gak jadi lagi.” Memang dilihat […]

Hambar hubungan by Janice

TUHAN Yesus bersabda: Ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah lan lakukanlah sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kalian turuti perbuatan mereka, karena mereka mengajarkan tetapi tidak melakukannya.

Nano si kecil ngambek. Tidak mau makan, tidak mau mandi. “Habis papa bohong. Katanya mau ke Moro…gak jadi lagi.”

Memang dilihat dari umur Nano masih ingusan, tetapi ingatannya tajam. Meskipun janji yang diucapkan oleh bapaknya itu sambil lalu, tetapi oleh Nano ditangkap secara serius. Maka ia ngambek dan tidak mau percaya lagi pada bapaknya. Sampai ibunya membujuk: “Ajak sebentar,to pak,apa susahnya,nanti Nano kan puas daripada terus-terus ngambek.”

Berapa kali di surat kabar harian maupun di televisi kita jumpai keadaan yang semacam ini. Banyak orang mengumbar janji tetapi tidak mau menepati, karena mereka mengira bahwa orang kecil mudah dikelabui.

Katanya pemerintah akan memberi ganti rugi atas lahan yang tergusur dan lahan yang kena lumpur Lapindo, tetapi sampai ada banyak demo-demo, tetapi janji itu tidak ditepati. Banyak pengusaha yang menjanjikan menaikkan upah pegawainya, tetapi juga tinggal janji sampai banyak yang mogok atau keluar.

Berapa banyak aturan dari menteri-menteri yang terabaikan, karena aturan sendiri banyak dilanggar. Katanya dicanang hidup sederhana, tetapi atasan berlomba-lomba memamerkan kemewahan dan bahkan banyak yang koruspi, sampai banyak orang tidak mau percaya lagi.

Pernah dijanjikan pula bahwa golongan minoritas akan diperhatikan dan dibela hak azasinya, tetapi sampai terjadi pembakaran-pembakaran dan pelecehan, tetapi janji tidak ditempati. Memang bicara mudah, tetapi melaksanakan sukar. Apalagi untuk dapat menjadi teladan bagi orang lain.

Apakah hal ini juga terjadi dalam Gereja? Ya banyak ajaran yang tetap jadi slogan saja, karena Umat juga memandang tokoh-tokoh dan pimpinan.Gereja sedang gencar memajukan persaudaraan, tetapi terganjal adanya ketidak kompakan antar tokoh Umat sendiri, dan bahkan sering kali ada gembala yang kurang kompak sendiri.

Maka nasehat Tuhan Yesus itu saya kira tetap relevan dan perlu wujudkan dalam perilaku kita, sehingga antara yang kita iman dan perbuatan kita dapat klop. Apa yang kita ucapkan dan perbuatan kita juga harus sesuai.

Kredit foto:  Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply