Sabtu 13 September 2014: Pohon yang Baik

pohon ara“Tidak ada pohon baik yang menghasilkan buah yang tidak baik. Dan tidak ada pohon yang tidak baik menghasilkan buah baik. Sebab setiap pohon dikenal dari buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri orang tidak memetik buah anggur.” ( Luk 6:43 – 49) POHON ara bagi masyarakat Palestina merupakan pohon […]

pohon ara

“Tidak ada pohon baik yang menghasilkan buah yang tidak baik. Dan tidak ada pohon yang tidak baik menghasilkan buah baik. Sebab setiap pohon dikenal dari buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri orang tidak memetik buah anggur.” ( Luk 6:43 – 49)

POHON ara bagi masyarakat Palestina merupakan pohon yang paling terkenal. Ia menjadi lambang kesuburan, perdamaian dan kesejahteraan. Demikian pula buah anggur merupakan lambang kegembiraan dan berkat Tuhan.

Sebaliknya dalam Kitab Suci semak dan duri-duri selalu dipandang sebagai tanaman pengacau yang harus dibakar. Dalam perumpamaan ini Yesus mau menerangkan bahwa orang yang baik itu seperti pohon ara yang menghasilkan banyak buah untuk kebaikan orang lain.

Maka tidak benar kalau ada orang yang mengatakan bahwa ada tokoh katolik baik, tetapi anaknya jahat-jahat. Lalu yang dipersoalkan ialah: Apakah ia benar-benar orang beriman yang baik, atau orang Katolik yang nampak dari tata-lahirnya saja baik?

Karena ciri-ciri kekatolikan sejati akan nampak dalam hidupnya sehari-hari, dalam keluarganya dan dalam hubungannya dengan orang lain.Lebih-lebih orang katolik sejati akan menampakkan karakter atau sifat-sifat yang baik, seperti tendah hati, sabar,murah hati, suka mengampuni,kesetiaan,suka cita dan damai.

Memang bisa saja terjadi anak dari keluarga katolik yang baik, tetapi anaknya menjadi jahat. Itu bukan karena karena keturunan keluarga, tetapi itu akibat pengaruh dari luar.

Sedang yang dikatakan buah yang baik adalah sifat dan sifat yang baik dari orang beriman itu, yang bisa dilihat dan dialami oleh semua orang yang pernah bergaul dengannya. Dan kita tahu bahwa benih baik yang tumbuh dalam hidup orang beriman itu berproses dengan pelan-pelan tetapi pasti.

Kalau iman itu tidak membuahkan hasil apa-apa dalam kehidupan ini, karena orang itu tidak melakukan ajaran Yesus, maka sia-sialah doa-doa yang diserukannya. Orang itu hanya berseru-seru saja dengan mulutnya, tetapi hatinya jauh dari Tuhan. Hal ini sama saja rumah yang didirikan diatas tanah tanpa dasar, sehingga akan mudah roboh kalau kena banjir.

Maka kita mawas diri: apakah iman kita sudah dirikan diatas dasar yang kokoh, yaitu firman Tuhan sendiri? Mendirikan diatas dasar yang kokoh itu bukan hanya mendengarkan atau mengerti akan ajaran Gereja, tetapi mau melaksa-nakan ajaran itu dan lebih menjadikan ajaran Gereja itu perbendaharaan dalam lubuk hati, sehingga tumbuh dan berbuah.

Kredit foto:

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply