Sabtu 11 Oktober 2014: Siapa yang Berbahagia, Luk 11:27-28

0
6

bunda maria

KETIKA Yesus sedang berbicara dengan orang banyak, berserulah seorang wanita dari antara orang banyak dan berkata kepada Yesus:” Berbahagialah ibu yang telah mengandung dan menyusui Engkau.”

Tetapi Yesus bersabda:”Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan memeliharanya.”

Orang biasanya kalau mengagumi seorang tokoh yang hebat, pasti ibu dari tokoh itu sangat bahagia. Demikian pula dengan ibu Yesus. Karena masyarakat menganggap Yesus itu tokoh yang hebat maka masyarakat juga memuji ibu Yesus.

Namun Yesus menanggapi seruan itu secara mengagumkan, bahwa yang berbahgia bukan hanya ibunya, tetap semua orang yang mau mendengarkan Sabda Tuhan dan memeliharanya (melaksanakannya dalam kehidupan).

Artinya semua murid Yesus, semua oarng mengikuti ajaran Yesus, semua orang yang percaya kepadaNya, bahkan seluruh Gereja, asal mendengarkan Sabda Tuhan dan melaksnakannya. Semua ini bahagia.

Bunda Maria bukan tokoh yang melahirkan Yesus ke dunia ini, tetapi ia adalah mnusia mendengarkan Sabda Tuhan, yang memelihara dalam hidupnya dan yang tekun melaksanakannya. Ia tokoh iman. Ibu yang setia. Ibu yang secara rohani dekat dengan Yesus.

Yang dimaksudkan dengan bahagia, seperti dalam Sabda Bahagia, yaitu orang yang hidupnya diberkati oleh Tuhan, dan yang hidupnya berkenan pada Tuhan dan yang mendapat jaminan untuk hidup kekal.

Maka bahagia yang demikian tidak bisa diukur dengan secara fisik. Dulu juga banyak orang yang berduyun-duyun mendekati Yesus dan ingin menjamahnya, tetapi hati mereka tidak. Iman mereka juga tidak. Sedangkan orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, orang itu secara rohani dekat dengan Tuhan dan kalau orang itu melaksanakan Sabda Tuhan berarti orang itu mau dibentuk oleh Roh Kudus sendiri.

Maka orang yang tekun melaksanakan Sabda Tuhan, orang berkenan pada Tuhan dan ia mendapat jaminan hidup kekal, seperti para kudus.

Sabda Tuhan hari menambah wawasan kita bahwa berbahagia itu bukan karena orang itu mendapat hadiah kekayaan atau kenaikan pangkat, tetapi hidupnya dengan Tuhan, karena selalu mendengarkan firmanNya. Bahkan orang yang sama-sama mendengarkan firman Tuhan lama-kelamaan ada kedekatan rohani dan mereka menjadi saudara, seperti yang diajarkan oleh Yesus sendiri.

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here