Sabda Hidup: Senin, 8 Desember 2014 HR Santa Perawan Maria Dikandung tanpa Noda

maria dan elisabethWARNA liturgi Putih Bacaan: Kej. 3:9-15,20; Mzm. 98:1,2-3ab,3bc-4; Ef. 1:3-6,11-12; Luk. 1:26-38. BcO Rm. 5:12-21 Bacaan Injil Luk. 1:26-38: 26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 28 Ketika […]

maria dan elisabeth

WARNA liturgi Putih

Bacaan: Kej. 3:9-15,20; Mzm. 98:1,2-3ab,3bc-4; Ef. 1:3-6,11-12; Luk. 1:26-38.

BcO Rm. 5:12-21

Bacaan Injil Luk. 1:26-38:
26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” 29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. 30 Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.

31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, 33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

34 Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” 35 Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. 37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” 38 Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Renungan: Mendapat berita besar sering membuat kita tidak percaya. Mengapa harus terjadi padaku? Mengapa bukan orang lain yang semestinya mendapat kabar tersebut? Dan aneka pertanyaan senada bisa muncul.

Ibu Maria pun bertanya-tanya kala mendapat kabar dari malaikat Gabriel. Apalagi dia belum bersuami. Malaikat pun meyakinkan bahwa Roh Kudus akan menaunginya dan Elisabeth saudarinya telah mengandung juga. Kepastian ini melegakan Maria, maka ia pun berani mengatakan, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk 1:38).

Kita ini hanyalah hamba Tuhan yang siap untuk melaksanakan kehendakNya. Pada tuntunan RohNya kita akan mampu melewati hal-hal yang seakan-akan tak mungkin kita lewati. Tidak ada yang tidak mungkin terlewati bersama dengan Dia.

Kontemplasi: Bayangkan Maria yang mendapat perutusan seperti tertulis dalam Injil Luk. 1:26-38.

Refleksi: Bagaimana bila tugas seperti Maria itu harus kauterima?

Doa: Tuhan, semoga aku bersama RohMu mampu melaksanakan tugas perutusanMu yang seringkali tdk mudah. Amin.

Perutusan: Aku akan berani mengatakan, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

Agoeng
komsos kas
“melihat yang tak biasa terlihat”

__._,_.___

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply