Sabda Hidup, Senin 4 Agustus 2014: Peringatan Wajib St. Yohanes Maria Vianney

Vianney-St-Jean-Marie by the Living Church            Bacaan: Yer. 28:1-17; Mzm. 119:29,43,79,80,95,102; Mat. 14: 22-36; BcO Yl. 1:13 – 2:11 Bacaan Injil: Mat. 14: 22-36 22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. 23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa […]

Vianney-St-Jean-Marie by the Living Church

           
Bacaan: Yer. 28:1-17; Mzm. 119:29,43,79,80,95,102; Mat. 14: 22-36; BcO Yl. 1:13 – 2:11
Bacaan Injil: Mat. 14: 22-36

22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. 23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. 25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. 26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut. 27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”

28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” 29 Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. 30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”

31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” 32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. 33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”

34 Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. 35 Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya. 36 Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Renungan:

Suatu malam aku menuju ke sebuah toko. Karena sudah malam pintu-pintunya pun mulai ditutup. Ada satu pintu yang masih terbuka. Aku pun masuk karena mau membeli sesuatu (gak usah kusebut barangnya, mereka yang pernah ketemu aku pasti tahu apa yang kubeli hehehe). Kuliat si emak menghitung barang2 di etalasenya lalu mencatat di bukunya. Dalam pembicaraan singkat si emak bilang bahwa dia selalu begitu untuk mencocokkan barang yang tersisa-terjual-dan uang yang masuk. Sekitar pukul 11-12 malam dia baru menutup semua pintu dan pekerjaannya. Si emak tekun sungguh dengan barang dagangannya. Ia tidak ingin ada kesalahan.

Hari ini kita pun diberi suguhan kisah totalitas Yesus. Pagi Ia (berkeliling) mengajar, menyembuhan org sakit, mengampuni yang bersalah, juga berjalan. Malam ia berdoa. Jam 3 Ia menyusul para murid dan menemukan mereka lagi berada dalam kesulitan. Ia pun menolong para murid dan khususnya Petrus yang hampir tenggelam.

Secara manusiawi Yesus pasti lelah. Namun karena hatiNya Ia tidak rela mebiarkan murid2Nya mengalami celaka. Ia tidak mau satupun dari mereka tenggelam ditelan badai. Maka marilah kita bertahan menjaga semangat hati kita. Kita tidak membiarkan diri sebagai orang lelah kala menyadari ada yang membutuhkan pertolongan kita.

Kontemplasi: Duduklah dengan tenang. Lihatlah kembali semangat kerjanu dan sejauh mana Tuhan menuntun langkahmu.

Refleksi: Tulislah pengalamanmu menolong orang kala dirimu pun sedang kelelahan?

Doa: Ya Yesus, semoga aku mempunyai energi yang cukup untuk menjaga kemurahan hati. Tidak gampang merasa lelah ketika harus menolong mereka yang menantikan uluran tangan. Tidak berlindung dalam kemalasan dan merasa cukup diri karena kehadiranku pun meneguhkan lingkunganku. Amin.

Perutusan: Aku takkan gampang berlindung dari rasa lelah.

Kredit foto: Pastor dari Ars Yohannes Vianney (Courtesy of the Living Church)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply