Sabda Hidup: Senin, 20 Oktober 2014

warisan

PESTA St. Magdalena dr Nagasaki, Kaprasius. Warna liturgi Hijau

Bacaan: Ef. 2:1-10; Mzm. 100:2,3,4,5; Luk. 12: 13-21.

BcO Sir. 27:22 – 28:7.

Bacaan Injil Luk. 12: 13-21:
13 Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: “Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.” 14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?” 15 Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. 17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. 18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.

19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! 20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? 21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”

Renungan:
Warisan. Rasa-rasanya topik warisan bukanlah topik masa lalu. Orang zaman sekarang ini pun masih sering membicarakannya. Bahkan makin banyak pertimbangan yang dipakai untuk menghitung warisan. Paling tidak ada pertimbangan hukum positif, adat dan agama. Tidak jarang anak yang mempunyai agama berbeda dengan orang tuanya tidak lagi diitung sebagai penerima warisan.

Yesus pun diminta, “Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku” (Luk 12:13). Tentu hal seperti ini memberi keheranan pada Yesus (bc. ay. 14). Namun kemudian Yesus mengajar soal ketamakan. Yang utama adalah kaya di hadapan Allah bukan mengumpulkan harta untuk diri sendiri.

Kepercayaan pada pribadi Tuhan Yesus mungkin membuat seseorang kehilangan hak warisan. Namun kepercayaan kepadaNya membawa orang itu kepada kekayaan iman yang melebihi harta dunia. Pada mereka yang pecaya Tuhan akan selalu menganugerahkan tambahan yang lebih, yang mampu membuat seseorang berbagi dan merasakan kebahagiaan berbagi. Para pengikutNya bukanlah pengemis apalagi perampas.

Kontemplasi: Duduklah dengan tenang. Perbandingkan pengumpulan harta dunia dan rohanimu. Seberapa besar engkau kaya di hadapan Allah.

Refleksi: Tulislah pengalaman imanmu berkaitan dengan warisan.

Doa: Tuhan semoga aku tidak terkungkung oleh keinginan mendapat bagian tapi aku mempunyai kekuatan untuk memperkaya diriku pada pengalaman kasihMu. Amin.

Perutusan: Aku memelihara kemurahan hati dan mengandalkan kasih Tuhan Sang Pemberi warisan hidup.

komsos kas
“melihat yang tak biasa terlihat”

Kredit foto: Ilustrasi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: