Sabda Hidup: Senin, 10 November 2014

kekuatan imanPERINGATAN  Wajib St. Leo Agung warna liturgi Putih Bacaan: Tit. 1:1-9; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 17:1-6. BcO 1Mak. 1:41-64 Bacaan Injil Luk. 17:1-6: 1 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. 2 Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam […]

kekuatan iman

PERINGATAN  Wajib St. Leo Agung
warna liturgi Putih

Bacaan: Tit. 1:1-9; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 17:1-6.

BcO 1Mak. 1:41-64

Bacaan Injil Luk. 17:1-6:
1 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. 2 Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. 3 Jagalah dirimu!

Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. 4 Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” 5 Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!” 6 Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

Renungan:
Ajaran Yesus hari ini sungguh luar biasa dan umumnya orang akan berkata: tidak mudah. Ia sadar tidak mungkin tidak ada penyesatan, namun celakalah yang menyesatkan. Ia mengajak kita untuk mengampuni mereka yang bersalah, bahkan berkali-kali berbuat salah. Kita harus mengampuni kala mereka menyesal.

Aku percaya para pembaca ini pun akan mengatakan hal yang sama: tidak mudah. Ya memang ajaran ini tidak mudah untuk dijalani. Banyak orang mengalami kesulitan untuk mengampuni karena dikerangkeng oleh rasa sakit hati dan dendam. Banyak orang tergoda mengira dirinya lebih baik, lebih suci dari yang lain sehingga sulit menerima kesalahan orang kepadanya. Mereka yang seperti itu berada dalam jebakan kuasa jahat dan makin hari kuasa itu akan menjauhkan dirinya dari kemampuan untuk mengampuni.

Kita membutuhkan kekuatan iman. Kekuatan iman menjadi kunci bagi kita untuk menggerakan dan membebaskan diri dari kuasa jahat. Maka dalam rasa keterbatasan kita untuk menjalani panggilan Tuhan kita mohon kepadanya sebagaimana dilakukan para murid, “Tambahkanlah iman kami!” (Luk 17:5).

Kontemplasi:  Dengarkan sabda Tuhan seperti tertulis dalam Luk 17:1-4. Apa yang kaurasakan? Mohonlah kepadNya: “Tambahkanlah iman kami!”

Refleksi: Bagaimana pergulatan imanmu ketika harus mengampuni yang bersalah kepadamu.

Doa: Tuhan semoga Engkau berkenan mengampuniku dan aku pun mengampuni mereka yang bersalah kepadaku. Bebaskanlah aku dari roh jahat yang menghalangiku untuk mengampuni yang bersalah padaku. Amin.

Perutusan: Aku mohon iman agar mampu mengampuni yang bersalah.

komsos kas
“melihat yang tak biasa terlihat”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply