Sabda Hidup: Selasa, 3 Maret 2015

Ernst_Zimmerman_Christ-and-the-pharisees_700HARI biasa Pekan II Prapaskah Warna liturgi Ungu Bacaan: Yes. 1:10,16-20; Mzm. 50:8-9,16bc-17,21,23; Mat. 23:1-12 BcO Ul. 26:1-19 Bacaan Injil Mat. 23:1-12 1 Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: 2 “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. 3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. 4 Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. 5 Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; 6 mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; 7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. 8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. 9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. 10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. 11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. 12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. Renungan: Beberapa tahun yang lalu ada iklan layanan masyarakat tentang korupsi. Orang-orang hebat yang tampil dalam iklan tersebut. Namun dalam perjalanan waktu sebagian dari mereka dipenjara dengan tuduhan melakukan tindakan korupsi. Sungguh ironi. Mereka berkoar-koar anti korupsi tapi terjebak sendiri dalam kejahatan korupsi. Dalam kondisi seperti itu kadang kita terbawa dalam arus keraguan. Kita ragu apakah kita pada panutan dan kata-katanya. Di tengah keraguan itu kita bisa berpegang pada sabda Yesus, “Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya” (Mat 23:3). Kita tetap perlu memegang kata-kata baik dari siapapun. Namun kita tidak perlu menuruti perbuatan mereka. Bagaimanapun ajaran baik tetaplah baik, siapa pun yang mengajarkannya. Kontemplasi: Pejamkan matamu sejenak. Bayangkan orang-orang yang baik ajarannya dan bandingkan dengan perbuatannya. Pegang ajarannya dan lepaskan perbuatan buruknya. Refleksi: Bagaimana menyatukan kata dan tindakan? Doa: Tuhan semoga orang-orang mampu menyatukan kata dan tindakannya. Dan mampukanlah aku untuk menyimpan dan melaksanakan ajaran baik dari siapa saja. Amin. Perutusan: Aku akan memegang dan melaksanakan ajaran baik. Kredit foto: Ist

Ernst_Zimmerman_Christ-and-the-pharisees_700

HARI biasa Pekan II Prapaskah

Warna liturgi Ungu

Bacaan: Yes. 1:10,16-20; Mzm. 50:8-9,16bc-17,21,23; Mat. 23:1-12

BcO Ul. 26:1-19

Bacaan Injil Mat. 23:1-12
1 Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: 2 “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. 3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. 4 Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.

5 Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; 6 mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; 7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. 8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.

9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. 10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. 11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. 12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Renungan:
Beberapa tahun yang lalu ada iklan layanan masyarakat tentang korupsi. Orang-orang hebat yang tampil dalam iklan tersebut. Namun dalam perjalanan waktu sebagian dari mereka dipenjara dengan tuduhan melakukan tindakan korupsi. Sungguh ironi. Mereka berkoar-koar anti korupsi tapi terjebak sendiri dalam kejahatan korupsi.

Dalam kondisi seperti itu kadang kita terbawa dalam arus keraguan. Kita ragu apakah kita pada panutan dan kata-katanya. Di tengah keraguan itu kita bisa berpegang pada sabda Yesus, “Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya” (Mat 23:3).
Kita tetap perlu memegang kata-kata baik dari siapapun. Namun kita tidak perlu menuruti perbuatan mereka. Bagaimanapun ajaran baik tetaplah baik, siapa pun yang mengajarkannya.

Kontemplasi: Pejamkan matamu sejenak. Bayangkan orang-orang yang baik ajarannya dan bandingkan dengan perbuatannya. Pegang ajarannya dan lepaskan perbuatan buruknya.

Refleksi: Bagaimana menyatukan kata dan tindakan?

Doa: Tuhan semoga orang-orang mampu menyatukan kata dan tindakannya. Dan mampukanlah aku untuk menyimpan dan melaksanakan ajaran baik dari siapa saja. Amin.

Perutusan: Aku akan memegang dan melaksanakan ajaran baik.

Kredit foto: Ist

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply