Sabda Hidup: Selasa 26 Agustus 2014, St. Zefyrinus Namuncura, Yakobus Retouret

munafik by DreamtimeWARNA  liturgi Hijau Bacaan: 2Tes. 2:1-3a,13b-17; Mzm. 96:10,11-12a,12b-13; Mat. 23:23-26. BcO Tit. 3:3-15 Bacaan Injil Mat. 23:23-26: 23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. […]

munafik by Dreamtime

WARNA  liturgi Hijau

Bacaan: 2Tes. 2:1-3a,13b-17; Mzm. 96:10,11-12a,12b-13; Mat. 23:23-26.

BcO Tit. 3:3-15

Bacaan Injil Mat. 23:23-26:
23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. 24 Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.

25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. 26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.

Renungan:
Saya sering kagum dengan orang-orang yang mampu memilih kata-kata dan menyampaikannya dengan bijak ketika berada dalam aneka macam situasi, termasuk ketika sedang marah. Suatu kontrol diri yang luar biasa.

Walau mungkin batinnya bergemuruh, namun ia mampu mengolah semua itu di dalam batinnya dan mengucapkan dalam bahasa yang santun dan bijaksana. Saya mencoba membayangkan inilah perwujudan kata-kata Yesus, “bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih” (Mat 23:26).

Dari sana rasanya kita bisa banyak belajar. Di sekitar kita ada banyak peristiwa, kata dan berbagai macam hal yang tidak berkenan di hati kita. Ketika menghadapi kondisi seperti itu kita sering tidak tahan untuk melontarkan kata-kata tertentu. Dan seringkali kita tidak mengolah kata yang mau kita ucapkan. Maka marilah kita mengolah segala macam gejolak yang ada dalam batin kita, membersihkannya sehingga pada saatnya memunculkan kata-kata  yang mampu mengubah dan menumbuhkan bukan melukai dan mematikan.

Kontemplasi: Masuklah ke tempat doamu. Ambillah sikap doa dan renungkanlah bagaimana anda mengolah rasa menjadi kalimat2 yang mampu mengubah dan menumbuhkan, bukan mematikan.

Refleksi: Tulislah pengalamanmu mengolah rasa menjadi kalimat yang menghidupkan.

Doa: Ya Yesus, semoga aku mampu bersikap adil dalam berkata dan bertindak. Semoga segala kata dan tindakanku menyuburkan orang yang mendengar dan melihatnya. Amin.

Perutusan: Aku akan berusaha adil dan bijak dalam berkata dan bertindak.

Kredit foto: Ilustrasi (Courtesy of Dreamtime)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply