Sabda Hidup: Selasa, 24 Februari 2015

HARI biasa Pekan I Prapaskah
Warna liturgi Ungu
Bacaan: Yes. 55:10-11; Mzm. 34:4-5,6-7,16-17,18-19; Mat. 6:7-15.
BcO Ul. 9:7-21,25-29
Bacaan Injil Mat. 6:7-15.
Renungan:
Kalau melihat awal dan penutup Injil hari ini saya menemukan 2 hal. Pertama Yesus …

pengampunan 2

HARI biasa Pekan I Prapaskah

Warna liturgi Ungu

Bacaan: Yes. 55:10-11; Mzm. 34:4-5,6-7,16-17,18-19; Mat. 6:7-15.

BcO Ul. 9:7-21,25-29

Bacaan Injil Mat. 6:7-15.

Renungan:
Kalau melihat awal dan penutup Injil hari ini saya menemukan 2 hal. Pertama Yesus mengajar cara berdoa yang tidak bertele-tele. Kedua kesediaan untuk mengampuni.

Berdoa adalah cara kita berkomunikasi dengan Allah. Pada kesempatan itu perjumpaan manusia dengan Allah terjadi. Di sana kita sebagai manusia bisa menyampaikan segala sesuatu yang ada di hati kita.

Namun Allah menghendaki kita tidak bertele-tele. Salah satu langkah doa kita diawali oleh sikap pengampunan. Ketika kita mampu mengampuni mereka yang bersalah pada saat itu sebenernya kita telah melambungkan doa kita. Bersamaan dengan itu Allah pun menanggapi doa kita dengan mengampuni kesalahan kita. Maka pengampunan bisa menjadi salah satu contoh doa yang tidak bertele-tele.

Ternyata mengampuni bukanlah hal mudah bagi semua orang. Hanya mereka yang percaya pada karya pengampunan Allah akan mudah mengampuni sesamanya.

Kontemplasi: Bayangkan seseorang yang sulit kauampuni kesalahannya. Pandanglah dia. Mohonlah Tuhan mengalirkan kasih pengampunan kepadamu.

Refleksi: Apa halangan yang menghambatmu untuk mengampuni?

Doa: Bapa, kuatlah hatiku untuk mengampuni yang bersalah kepadaku. Aku percaya pada pengampunanMu. Amin.

Perutusan: Aku akan mengampuni yang bersalah kepadaku.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply