Sabda Hidup: Selasa, 18 November 2014

Zakeus

PERINGATAN  Santo Grimoaldo Santamaria, Philippine Duchesne, Salomea

warna liturgi Hijau

Bacaan:  Why. 3:1-6,14-22; Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5; Luk. 19:1-10.

BcO 1Mak. 6:1-17

Lukas 19:1-10:

1Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.2Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.3Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.

4Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.5Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”

6Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.7Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”

8Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

9Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.10Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Renungan:

Suatu kali aku ditanya seorang bapak muda tentang kesukaan dan pantangan seorang pemimpin gereja yang akan menginap di rumahnya. Ia ingin mempersiapkan yang terbaik. Segala sesuatu disiapkan dengan rapi. Ia pun tidak ingin hidangan yang disediakan tidak disuka atau malah makanan yang semestinya jadi pantangan. Semua itu dia lakukan karena rasa bangga dan bahagia atas kesediaan pimpinan yang dia hormati singgah di rumahnya.

Zakheus mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa karena Yesus berkenan datang ke rumahnya. “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu” (Luk 19:5).

Kesediaan Yesus bertandang ke rumahnya menggelorakan jiwa Zakheus yang mempunyai kerinduan melihat Yesus.

Belajar dari kisah ini baik kiranya kita pun membangun kerinduan berjumpa dengan Yesus. Kerinduan itu tentunya tidak berhenti pada kerinduan. Kerinduan itu mesti diikuti dengan langkah-langkah dan tindakan agar kerinduan itu terpenuhi (lih Luk 19:3-4).

Kontemplasi:  Pejamkan matamu sejenak. Ingatlah apa kerinduanmu pada Tuhan Yesus. Sampaikan kerinduanmu itu kepadaNya dan temukan langkah-langkah untuk mewujudkannya.

RefleksiBagaimana caramu mempertahankan kerinduanmu pada Tuhan Yesus dan bagaimana mewujudkannya?

Doa: Ya Yesus, Engkau selalu menghadirkan pesona dalam hidupku. Semoga aku yang terpesona padaMu mampu membawaMu dalam hidup harianku.Amin.

Perutusan: Aku akan menjaga kerinduanku kepada Tuhan Yesus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: