Sabda Hidup: Selasa, 16 September 2014

St Cyprian of Carthage-01PERINGATAN  Wajib St. Kornelius & St. Siprianus Warna liturgi Merah Bacaan: 1Kor. 12:12-14,27-31a; Mzm. 100:2,3,4,5; Luk. 7:11-17 BcO Est. 4:1-16 Bacaan Injil Luk. 7:11-17: 11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. 12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati […]

St Cyprian of Carthage-01

PERINGATAN  Wajib St. Kornelius & St. Siprianus

Warna liturgi Merah

Bacaan: 1Kor. 12:12-14,27-31a; Mzm. 100:2,3,4,5; Luk. 7:11-17

BcO Est. 4:1-16

Bacaan Injil Luk. 7:11-17:
11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. 12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. 13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”

14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” 15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. 16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.” 17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

Renungan:
Saya terkesan dengan kata-kata Yesus ini, “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” (Luk 7:14). Kata-kata itu dilontarkan setelah menghibur ibunya dan Yesus menyentuh dirinya yang telah mati. Hiburan dan sentuhan Yesus membangkitkan anak muda dari kematian. Sang anak muda pun bangkit dan bercakap-cakap dengan Yesus lalu kembali kepada ibunya.

Selama berkarya sebagai imam aku bertemu dengan banyak anak muda yang sempat lesu hidupnya. Tidak sedikit yang mengajak berbagi pengalaman hidupnya. Pada mereka kubagikan aneka kemungkinan untuk bangkit. Ada yang berhasil, ada yang tidak berhasil dan ada pula yang malah marah serta tidak mau kenal lagi denganku. Aku akui bahwa tidak semua yang ketemu aku jadi bangkit, malah ada yang terpuruk, lupa atau sengit denganku. Namun tidak sedikit pula yang bangkit dan melejit. Roh Tuhan sendiri yang membangkitkan mereka. Pada mereka yang belum bangkit kupasrahkan kepadaNya untuk menyentuhnya.

Kita bisa bermohon pada pada Yesus bahkan meratap di hadapanNya untuk membangkitkan membangkitkan mereka yang “mati”. Kita yakin Dia akan tergerak hatiNya, menyentuh, membangkitkan dan bercakap-cakap dengan kaum muda. Ia akan mengembalikan mereka kepada lingkungan yang semestinya.

Kontemplasi: Bayangkan kisah dalam injil Luk. 7:11-17. Hadirlah di sana sebagai salah satu tokoh yang dikisahkan.

Refleksi: Apa yang akan kaulakukan kala lesu atau kala mau membangkitkan semangat mereka yang lesu?

Doa: Tuhan sudilah kiranya menyentuh saudara-saudariku yang mengalami kelesuan dalam hidupnya. Jamah dan bangkitkanlah kembali semangat hidup mereka. Amin.

Perutusan: Aku akan menyediakan waktu untuk mendoakan mereka yang sedang lesu dan “mati”.

komsos kas
“melihat yang tak biasa terlihat”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply