Sabda Hidup: Selasa, 12 Agustus 2014

Kingdom_of_GodBacaan: Yeh. 2:8 – 3:4; Mzm. 119:14,24,72,103,111,131; Mat. 18:1-5,10,12-14. BcO Za. 9:1 – 10:2 Bacaan Injil Mat. 18:1-5,10,12-14: 1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?” 2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka 3 lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika […]

Kingdom_of_God

Bacaan: Yeh. 2:8 – 3:4; Mzm. 119:14,24,72,103,111,131; Mat. 18:1-5,10,12-14. BcO Za. 9:1 – 10:2

Bacaan Injil Mat. 18:1-5,10,12-14:
1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?” 2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka 3 lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.” 10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

12 “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? 13 Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. 14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.”

Renungan:
Suatu hari seorang anak bermain panjat pohon di depan rumahnya. Melihat itu sang ayah menegur dan melarangnya. Ia mengiyakan. Namun setelah sang ayah masuk rumah, anak itu bermain lagi. Dari dalam rumah sang ayah mendengar anaknya menangis, ternyata ia jatuh dari pohon. Satu kalimat dilontarkan ayahnya, “Tadi kan sudah bapak peringatkan.”

Jawab si anak, “Iya Pak, ampun Pak. Besok lagi nurut.” Setelah kejadian tersebut sang anak selalu mendengarkan peringatan ayahnya.

Dari kisah sederhana itu saya mencoba memahami mengapa tentang masuk Kerajaan Surga Yesus mengatakan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Mat 18:3). Pertobatan dan menjadi seperti anak kecil menjadi syarat masuk dalam Kerajaan Sorga. Dari kisah pelihatan sederhana tadi aku menemukan jawabannya.

Yesus memakai contoh itu karena seoarang anak yang sungguh-sunugguh  merasa bersalah akan berubah dan menuruti perintah dan memperhatikan peringatan ayahnya. Maka untuk masuk ke surga kita pun sungguh harus bertobat dan hidup sejalan dengan pertobatan itu, tekun dan setia pada perintah dan peringatan Allah.

Kontemplasi: Duduklah dengan tenang. Coba ingatlah pengakuan-pengakuan dosamu. Samakah dosa-dosa yang kau akukan dan mengapa sama? Sudah sungguh bertobatkah di kamar pengakuan?

Refleksi: Apa yang menghalangimu untuk bertobat dan hidup sesuai dengan pertobatan tersebut?

Doa: Tuhan, aku bersyukur Engkau tidak menginginkan satu pun dari kami hilang. Semoga aku pun mampu menjalani hidup pertobatanku. Amin.

Perutusan:  Aku akan berada dalam lingkaran perintah dan peringatan Allah.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply