Sabda Hidup: Sabtu, 20 September 2014

sower1

Bacaan: 1Kor. 15:35-37,42-49; Mzm. 56:10,11-12,13-14; Luk. 8:4-15.

BcO Bar. 3:9-15,24-4:4.

Bacaan Injil Luk. 8:4-15:
4 Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan: 5 “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya.

Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis. 6 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. 7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati. 8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.”

Setelah berkata demikian Yesus berseru: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” 9 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu. 10 Lalu Ia menjawab: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.

11 Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah. 12 Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. 13 Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. 14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang. 15 Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”

Renungan:
Sasmita. Dalam cara berkomunikasi orang Jawa ada yang disebut sasmita. Sasmita adalah gerakan bagian tubuh, spt tangan, lengan, bahu, kepala, mata, dsb, yg mempunyai isyarat tertentu. Dalam arti Jawa, juga Indonesia, sasmita berarti isyarat. Sasmita juga sering disampaikan dalam rupa kata-kata. Hanya mereka yang “tanggap ing sasmita” mampu menangkap isyarat yang diberikan oleh seseorang.

Dalam Luk 8:10 dikatakan, “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.” Para murid diberi kemampuan menangkap isyarat, arti terhadap perumpamaan yang disampakan oleh Yesus. Tidak semua orang bisa menangkap itu.
Kemampuan untuk menangkap sasmita Yesus memang merupakan rahmat. Rahmat itu diberikan pada mereka yang selalu berdekatan denganNya. Marilah kita selalu dekat dengan Yesus agar mampu menangkap isyarat-isyarat yang disampaikanNya.

Kontemplasi: Cobalah ambil salah satu sabda Yesus. Bayangkan kau mendengarkannya secara langsung dari Yesus dan tangkap maksud kata Yesus itu.

Refleksi: Tulislah seberapa kemampuanmu menangkap sabda Yesus.

Doa: Tuhan sudilah memberikan rahmat kepadaku untuk menangkap arti dari sabdaMu. Semoga aku pun mampu menjabarkannya kepada mereka yang ingin mengerti. Amin.

Perutusan: Hari ini aku akan membaca Kitab Suci dan menangkap sabda Tuhan.

komsos kas
“melihat yang tak biasa terlihat”

Kredit foto: Ist

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: