Sabda Hidup: Sabtu, 20 Juni 2015

0
21

20 Juni - RmN

Hari biasa

warna liturgi Hijau

Bacaan

2Kor. 12: 1-10; Mzm. 34:8-9,10-11,12-13; Mat. 6:24-34. BcO Hak. 11:1-9,29-40

Bacaan Injil: Mat. 6:24-34.

24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” 25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? 27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Renungan:

DALAM beberapa kesempatan aku bertemu dengan beberapa orang kalau diminta melakukan sesuatu selalu ragu-ragu dan khawatir. Banyak sekali pertimbangan yang dia kemukakan sebelum menjawab sanggup atau tidak. Dan walau ia menjawab sanggup, tugas yang diberikan kepadanya tidak akan kunjung selesai, karena untuk memulainya pun ia sudah khawatir.

Yesus mengatakan kepada kita, “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” (Mat 6:27). Mereka yang khawatir tidak akan melangkah, bahkan sehasta saja tak dia lampaui.

Hidup ini perlu didasari oleh keyakinan bahwa Allah bersama dengan kita. Ia telah menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan. Maka kita tidak perlu khawatir untuk menjalankan sesuatu yang dipercayakan kepada kita. Kala kita berani mengiyakan Tuhan akan membantu kita menyelesaikannya. Mari tidak khawatir.

Kontemplasi:

Bayangkan dirimu mesti melangkahkan kaki di medan yang berat. Anda tidak bisa hanya berhenti di pijakan sekarang. Lalui medan berat itu dengan keyakinan anda bisa melewatinya.

Refleksi:

Apa yang kulakukan untuk mengurangi kekhawatiranmu?

Doa:

Bapa, Engkau telah menyediakan segala sesuatu yang aku butuhkan. Aku percaya Engkau menemani setiap langkahku tanpa berkekurangan. Amin.

Perutusan:

Aku akan yakin dan menepiskan hal-hal yang membuatku khawatir. -nasp-

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here