Sabda Hidup: Rabu, 8 Oktober 2014

guru mengajar di bangka okHARI  Biasa Warna liturgi Hijau Bacaan: Gal. 2:1-2,7-14; Mzm. 117:1,2; Luk. 11:1-4. BcO Sir. 3:17-4:10 Renungan: Dalam bahasa jawa kata “guru” bisa diartikan digugu lan ditiru (dijadikan panutan dan contoh). Guru TK adalah sosok yang paling sering digugu lan ditiru. Apa yang dilakukan dan dikatakan sang guru akan dipatuhi dan ditirukan sang murid. Orang tua […]

guru mengajar di bangka ok

HARI  Biasa
Warna liturgi Hijau

Bacaan: Gal. 2:1-2,7-14; Mzm. 117:1,2; Luk. 11:1-4.

BcO Sir. 3:17-4:10

Renungan:
Dalam bahasa jawa kata “guru” bisa diartikan digugu lan ditiru (dijadikan panutan dan contoh). Guru TK adalah sosok yang paling sering digugu lan ditiru. Apa yang dilakukan dan dikatakan sang guru akan dipatuhi dan ditirukan sang murid. Orang tua pun sering kalah dengan mereka. Walau makin dewasa orang bisa memilah dan memilih, perilaku guru tetap menjadi teladan bagi para murid. Para murid ketika melihat Yesus lagi berdoa pun tertarik ingin diajari berdoa.

Belajar pada pengalaman dan kisah dalam Injil hari ini kiranya kita tidak perlu merasa sia-sia ketika kebaikan dan teladan hidup kita terasa tidak berarti. Konsistensi pada tindakan baik pada saatnya akan menggerakkan orang lain untuk mencontoh. Bahkan semangat yang kita miliki dalam melakukan sesuatu bisa menghidupkan semangat yang melihat. Maka rasanya jangan ragu untuk bertahan dalam kebaikan dan juga hidup doa.

Kontemplasi:
Pejamkan matamu. Hadirkan satu dua kisah kepatuhanmu pada Sang Guru Utama.

Refleksi: Sudahkah kemarin anda berbuat baik? Kapan dan bagaimana?

Doa: Tuhan terima kasih telah berkenan mengajariku dalam berdoa. Berkatilah para guruku. Mereka telah memberi kesaksian hidup sebagai manusia yang Kaukasihi. Amin.

Perutusan: Aku akan menjadi pioner kebaikan di lingkunganku walau tanpa support yang lain.

Kredit foto: Ilustrasi guru mengajar di Pulau Bangka (Mathias Hariyadi)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply