Sabda Hidup: Rabu, 3 Juni 2015

marriage-2

PERINGATAN Wajib St. Karolus Lwanga dkk

warna liturgi Merah

Bacaan: Tob. 3:1-11a,16-17a; Mzm. 25:2-4a,4b-5ab,6-7bc,8-9; Mrk. 12:18-27. BcO Yak. 3:13-18

Bacaan Injil Mrk. 12:18-27.
18 Datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: 19 “Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.

20 Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. 21 Lalu yang kedua juga mengawini dia dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Demikian juga dengan yang ketiga. 22 Dan begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati. 23 Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”

24 Jawab Yesus kepada mereka: “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. 25 Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga. 26 Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? 27 Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!”

Renungan:
Dunia sesudah kematian yang kita pikirkan sering mirip dengan yang ditanyakan oleh orang-orang Saduki. Kita sering menduga situasi di sana akan sama dengan sama dengan situasi hidup kita di dunia ini. Maka kesulitan yang dialami orang Saduki (bc. Mrk 12:19-23) bisa kita alami juga. Namun ternyata hidup sesudah kematian berbeda dengan apa yang terjadi pada masa masih hidup di dunia ini. “Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga” (Mrk 12:25).

Ada banyak yang tidak kita ketahui dalam kehidupan sesudah kematian. Ada banyak pertanyaan yang selalu menjadi PR. Tidak ada orang yang tahu secara pasti apa yang terjadi di sana. Ya banyak. Pertanyaan-pertanyaan dan ketidaktahuan itu bisa meresahkan hidup kita. Namun kita mempunyai satu kepastian bahwa dunia di sana berbeda dengan dunia kita sekarang. Mereka yang dibangkitkan dari kematian hidup seperti malaikat di surga. Keyakinan ini akan membantu kita untuk hidup selaras dengan kehendakNya dan mantap.

Kontemplasi: Bayangkan dirimu meninggal dan dibangkitkan. Lalu kau hidup seperti malaikat di surga.

Refleksi: Apa yang perlu kaulakukan agar layak dibangkitkan oleh Allah?

Doa: Bapa, Engkau pengatur hidupku. Semoga aku tetap menjadi pribadi yang hidup dalam kebangkitanMu. Bebaskanlah aku dari segala keraguan akan karyaMu. Amin.

Perutusan: Aku akan hidup selaras dengan jalan kebangkitan Tuhan. -nasp-

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: