Sabda Hidup: Rabu, 19 November 2014

yesus dan muridPERINGATAN Santo Rafael dr Yosef Kalinowski, Agnes Asisi warna liturgi Hijau Bacaan: Why. 4:1-11; Mzm. 150:1-2,3-4,5-6; Luk. 19:11-28. BcO 1Mak. 9:1-22 Lukas 19:11-28: 11Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan. 12Maka Ia berkata: “Ada seorang […]

yesus dan murid

PERINGATAN Santo Rafael dr Yosef Kalinowski, Agnes Asisi
warna liturgi Hijau

Bacaan: Why. 4:1-11; Mzm. 150:1-2,3-4,5-6; Luk. 19:11-28.

BcO 1Mak. 9:1-22

Lukas 19:11-28:
11Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan.

12Maka Ia berkata: “Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali.13Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.14Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.

15Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.16Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.

17Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.18Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina.19Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota.20Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.

21Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.22Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur.

23Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.24Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.

25Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina.26Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.27Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.”
28Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

Renungan:

Dalam percakapannya dengan para seminaris dan Imam, Yustinus Card. Darmoyuwono mengatakan, “Jadi imam jangan seneng mengganggur. Sesulit-sulitnya orang bekerja lebih sulit orang menganggur. Menganggur itu tempat bersemayamnya roh jahat.”

Mereka yang nganggur dan tidak mau kerja punya kecenderungan ngrumpi. Dan pada saat ngrumpi kecenderungannya ngomongin jeleknya orang lain. Anehnya lagi mereka yang begitu malah sering mencela, mencacat orang-orang yang sungguh-sungguh bekerja, bahkan mencela yang memberi bantuan.

Orang seperti itu mirip dengan yang dikisahkan dalam Injil Luk 19:20-21. Pada tuan yang memberi modal ia malah omong, “Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.”

Marilah kita berani berinstrospeksi sebelum ngomongin kejelekan orang, apalagi orang itu adalah orang yang sering membantu kita. Mengeluh itu memang nikmat, namun kenikmatan orang mengeluh adalah kemenangan kuasa jahat.

Kontemplasi: Duduklah dalam keheningan dan mata terpejam. Daftarlah orang-orang yang sering kaurumpi. Liatlah pertolongan-pertolongan mereka kepadamu.

Refleksi: Bagaimana rasamu kala dirumpi orang?

Doa: Tuhan bantulah aku menerima apa yang Kauberikan dan mendayagunakannya secara serius. Jauhkan aku dari tarikan kuasa jahat untuk selalu mengeluh. Amin.

Perutusan: Hari ini aku puasa mengeluh.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply