Sabda Hidup: Rabu, 12 November 2014

The Amazing Love of Jesus PERINGATAN Wajib St. Yosafat. Warna liturgi merah Bacaan: Tit. 3:1-7; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Luk. 17:11-19 BcO 2Mak. 7:1-19 Bacaan Injil Luk. 17:11-19: 11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. 12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh 13 dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah […]

The Amazing Love of Jesus

 PERINGATAN Wajib St. Yosafat. Warna liturgi merah

Bacaan: Tit. 3:1-7; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Luk. 17:11-19

BcO 2Mak. 7:1-19

Bacaan Injil Luk. 17:11-19:
11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. 12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh 13 dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” 14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.”

Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. 15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, 16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.

17 Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? 18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” 19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

Renungan:
Dalam perayaan Ekaristi kita sering mendengar dibacakannya ucapan syukur atas terkabulnya doa melalui aneka macam novena dan doa. Selain yang anonim, ada juga yang menyampaikan syukur tersebut dengan mencantumkan nama mereka. Awal-awal dulu sempat terpikir mengapa mereka mencantumkan namanya.

Namun lama-kelamaan kutemukan bahwa pencantuman nama tersebut tidak perlu dipertanyakan. Mereka malah secara personal dan transparan bersyukur kepada Tuhan di hadapan jemaatNya. Terkabulnya doa adalah pengalaman yang perlu dirayakan dan dibagikan.

Satu dari sepuluh orang kusta yang disembuhkan kembali kepada Yesus untuk memuliakan kebesaran Allah. Ia menyuarakan syukur tersebut dengan suara nyaring dan tersunggkur di kaki Yesus (bdk. Luk 17:15-16). Dan ternyata yang bersyukur itu adalah orang Samaria. Kesembilan orang yang lain tidak melakukan itu. Mungkin mereka menganggap bahwa mereka layak disembuhkan karena mereka sebangsa dengan Yesus. Oleh karena itu mereka tidak perlu berbuat seperti orang Samaria itu.

Kadang ada godaan mengabaikan ungkapan syukur atas kebaikan orang dan berpikir bahwa kebaikan itu layak dia terima. Semakin besar ego seseorang semakin sulit ia mengucap syukur atau sekedar berterima kasih. Dan pada orang seperti lebih mudah mencacat daripada berbagi berkat.

Kontemplasi: Pejamkan sejenak matamu. Ingatlah kebaikan dan pertolongan yang kauterima. Berapa kali kaucapkan terima kasih dan syukur atas pengalaman tersebut.

Refleksi: Hal-hal apa yang membuatmu mudah menyampaikan syukur kepada Allah?

Doa: Tuhan bebaskanlah aku dari kemalasan mengucap syukur dan terima kasih. Amin.

Perutusan: Aku akan bersyukur dan berterima kasih atas pertolongam yang telah kuterima.

komsos kas
“melihat yang tak biasa terlihat”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply