Sabda Hidup: Minggu, 7 September 2014

Kitab Suci 3

Hari Minggu Biasa XXIII. Hari Minggu Kitab Suci Nasional
Warna liturgi Hijau

Bacaan: Yeh. 33:7-9; Mzm. 95:1-2,6-7,8-9; Rm. 13:8-10; Mat. 18:15-20.

BcO 2Ptr. 1:1-11

Bacaan Injil Mat. 18:15-20:
15 “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. 16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.

17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. 19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. 20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Renungan:
Saya tertarik merenungkan Mat 18:18 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”. Kalimat itu mengajak saya untuk menemukan apa yang semestinya diikat dan dilepaskan.

Kala mencoba mencari itu saya menemukan bahwa yang perlu diikat adalah sikap hidup yang benar. Sebelumnya Yesus mengajak para murid untuk menegur saudara yang berbuat dosa supaya mereka melepaskan diri dari dosa dan berbalik pada kehidupan yang benar dan selaras dengan kehendak Allah. Kiranya kita dipanggil untuk mengikat saudara-saudari kita (dan juga diri kita sendiri) dalam kebenaran, hidup selaras dengan Allah dan melepaskan diri dari dosa.

Mengikat persaudaraan dalam kebenaran Allah menggerakkan kasih Allah untuk mengabulkan permintaan kita karena Kristus berada di tengah-tengah kita. Maka marilah kita tidak membiarkan saudara kita berada dalam kesalahan dan dosa.

Kontemplasi: Duduklah dengan tenang dan ingatlah saudara-saudarimu. Hadirlah di antara mereka dalam ikatan kasih Allah. Silakan saling memberi dan menerima koreksi.

Refleksi: Tulislah catatanmu untuk saudara-saudarimu dan catatan mereka untukmu?

Doa: Tuhan semoga aku mampu mengikat persaudaraan kami dalam kebenaran kasihMu dan melepaskan diri dari kesalahan dan dosa. Amin.

Perutusan: Aku terbuka untuk menerima masukan demi saling menjaga persaudaraan sejati.

komsos kas
“melihat yang tak biasa terlihat”

Kredit foto: Domus Pacis Puren

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: