pekerja anggur by broken redeemed

HARI  Minggu biasa XXVII
Warna liturgi HijauBacaan: Yes. 5:1-7; Mzm. 80:9,12,13-14,15-16,19-20; Flp. 4:6-9; Mat. 21:33-43.

BcO : Sir. 1:1-20Renungan:
Menarik apa yang dilakukan Yesus. Ia menceritakan suatu perumpamaan yang artinya mungkin sudah kita mengerti karena sering dibacakan dan dikotbahkan. Setelah menyampaikan perumpamaan Yesus bertanya, “Apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?” (Mat 21:40). Dan mereka yang ditanya tidak sadar kalau merekalah yang dimaksud. Karena tidak sadar maka mereka menjawab bahwa para penggarap jahat itu harus dibinasakan dan kebun diserahkan pada penggarap lain (lih ay. 41 dan bdk dg ay. 42-43).

Belajar dari pengalaman ini rasanya kita pun perlu belajar memahami kisah-kisah kritik dan juga memeriksa diri apakah sebenarnya kritik itu mengarah pada diri kita. Kadang karena merasa diri telah baik maka kita lupa kalau kritik itu tertuju pada diri kita dan kemudian serta merta menyampaikan hukuman yang semestinya ditanggung. Kesombongan bisa membuat orang tidak sadar telah menimpakan hukuman berat pada dirinya sendiri.Kontemplasi:  Bayangkan kisah dalam Injil Mat. 21:33-43. Hadirlah di sana sebagai salah satu pendengar Yesus. Apa jawabanmu atas pertanyaan Yesus?

Refleksi: Kelengahan apa yang sering anda buat sehingga pada akhirnya anda menghukum diri anda sendiri?

Doa: Tuhan, bantulah aku untuk selalu sadar akan kelemahan dan kekuranganku agar aku tidak mudah menimpakan hukuman pada mereka yang kuanggap bersalah.  Amin.

Perutusan: Aku akan introspeksi diri dan tidak mudah menghakimi sesamaku.

Kredit foto: Ilustrasi (Broken Redeemed)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.