Sabda Hidup: Minggu, 25 Januari 2015

yesus dan murid menangkap ikan by Petri_Fischzug_RaffaelHari Minggu Biasa III. Penutupan Pekan Doa Sedunia warna liturgi Hijau Bacaan: Yun. 3:1-5,10; Mzm. 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9; 1Kor. 7:29-31; Mrk. 1:14-20. BcO Rm. 8:1-17 Bacaan Injil Mrk. 1:14-20 Renungan: Untuk mendapatkan muridNya Yesus berjalan. Ia berjalan menyusuri danau. Perjalanan ini yang membuat Yesus menemukan orang-orang yang dijadikan muridNya. Saya teringat banyak imam yang selalu bertanya kepada anak-anak, “Besok mau jadi Rama?”. “Mau jadi Suster?” “Mau jadi Bruder?” Mereka berjalan dari satu tempat ke tempat lain dan selalu menanyakan seperti itu. Dari ratusan anak yang ditanya satu dua orang memang kemudian menjadi imam, bruder atau suster. Mendapatkan calon memang memerlukan gerakan, usaha dan tak capai untuk selalu mengutarakan. Keteguhan para imam dan biarawan-biarawati dalam menemukan panggilan pantaslah kita support. Semoga di tahun Lembaga Hidup Bhakti ini makin banyak yang tergerak dalam panggilan hidup sebagai imam, bruder dan suster. Kontemplasi: Bayangkan kisah Yesus yang memanggil murid-muridNya dalam Injil Mrk. 1:14-20. Jadilah salah satu tokoh dalam kisah tersebut. Refleksi: Apa sumbanganmu bagi panggilan di Gereja ini? Doa: Tuhan semoga para imam, biarawan dan biarawati meneladan PuteraMu “berjalan” mencari mereka yang Kaupanggil. Dan semoga banyak orang tergerak mengikutiMu. Amin. Perutusan: Aku akan terlibat dalam karya panggilan Tuhan. Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

yesus dan murid menangkap ikan by Petri_Fischzug_Raffael

Hari Minggu Biasa III. Penutupan Pekan Doa Sedunia

warna liturgi Hijau

Bacaan: Yun. 3:1-5,10; Mzm. 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9; 1Kor. 7:29-31; Mrk. 1:14-20.

BcO Rm. 8:1-17

Bacaan Injil Mrk. 1:14-20

Renungan:
Untuk mendapatkan muridNya Yesus berjalan. Ia berjalan menyusuri danau. Perjalanan ini yang membuat Yesus menemukan orang-orang yang dijadikan muridNya.

Saya teringat banyak imam yang selalu bertanya kepada anak-anak, “Besok mau jadi Rama?”. “Mau jadi Suster?” “Mau jadi Bruder?” Mereka berjalan dari satu tempat ke tempat lain dan selalu menanyakan seperti itu. Dari ratusan anak yang ditanya satu dua orang memang kemudian menjadi imam, bruder atau suster.

Mendapatkan calon memang memerlukan gerakan, usaha dan tak capai untuk selalu mengutarakan. Keteguhan para imam dan biarawan-biarawati dalam menemukan panggilan pantaslah kita support. Semoga di tahun Lembaga Hidup Bhakti ini makin banyak yang tergerak dalam panggilan hidup sebagai imam, bruder dan suster.

Kontemplasi: Bayangkan kisah Yesus yang memanggil murid-muridNya dalam Injil Mrk. 1:14-20. Jadilah salah satu tokoh dalam kisah tersebut.

Refleksi: Apa sumbanganmu bagi panggilan di Gereja ini?

Doa: Tuhan semoga para imam, biarawan dan biarawati meneladan PuteraMu “berjalan” mencari mereka yang Kaupanggil. Dan semoga banyak orang tergerak mengikutiMu. Amin.

Perutusan: Aku akan terlibat dalam karya panggilan Tuhan.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply