Sabda Hidup: Minggu, 19 Oktober 2014, Pesta Santo Lukas Penulis Injil

santo lukas

PESTA  St. Lukas. Warna liturgi merah

Bacaan: 2Tim. 4:10-17b; Mzm. 145:10-11,12-13ab,17-18; Luk. 10:1-9.

BcO Kis. 9:27-31; 11:19-26

Renungan: 
Hari ini Pesta St. Lukas. St. Lukas sendiri dikenal sebagai seorang tabib. Dia mempunyai keahlian untuk mengobati dan menyembuhkan yang sakit. Namun ternyata sebagai seorang tabib dia pun mempunyai keahlian menulis. Kisah-kisah tentang Yesus dan para rasul dirangkai olehnya dalam tulisan-tulisan yang mampu memberikan gambaran siapa mereka itu.

Catatan-catatan yang dibuat Lukas sangat berguna bagi iman kita sekarang. Mungkin dulu Lukas memang punya tujuan tertentu dengan tulisannya, tapi bisa juga ia sekedar mencatat dan kita sekarang yang menemukan catatan itu mencoba mengartikan tulisannya. Namun demikian pointnya adalah bahwa sebuah tulisan itu pasti berguna pada saatnya. Tulisan adalah abadi. Dan pekerjaan menjadi penulis tidak ada masa pensiunnya.

Saya merasa kita semua bisa mempunyai kemampuan untuk menulis, walau apa pun hasilnya. Kemampuan ini makin hari akan makin berkembang kalau selalu dilatih dan dicoba. Namun akan memudar kala tidak pernah dilatih. Maka belajar dari Lukas kita mulai mencatat pengalaman harian hidup kita. Siapa tau pengalaman harian kita bisa meneguhkan banyak orang yang pada saatnya membaca.

Kontemplasi:  Bayangkan St. Lukas berada di dekatmu. Ia mengajarimu menulis pengalaman-pengalamanmu menjadi pengalaman iman yang mendalam.

Refleksi: Mulailah menulis pengalamanmu ketika mulai menulis.

Doa: St. Lukas, semoga dengan doa-doamu kami bisa menjadi penolong sesama kami yang sedang sakit dan juga mampu mencatat pengalaman-pengalaman imanku kepada Yesus. Amin.

Perutusan: Aku akan mulai menulis pengalaman imanku dan berbagi hasilnya kala diperlukan.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: