Sabda Hidup: Minggu, 18 Januari 2015

Hari Minggu Biasa II PEMBUKAAN Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani Warna liturgi Hijau Bacaan: 1Sam. 3:3b-10,19; Mzm. 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10; 1Kor. 6:13c-15a,17-20; Yoh. 1:35-42 BcO Rm. 4:1-25 Bacaan Injil Yoh. 1:35-42 Renungan: Seorang guru pada saatnya akan melepas anak didiknya. Mereka akan meninggalkan kelas bahkan sekolah untuk masuk pada jenjang lain yang lebih tinggi. Kedekatan guru-murid menentukan suasana perpisahan itu. Namun guru tetap sadar bahwa ia harus melepaskan murid-muridnya. St. Yohanes menunjukkan kepada murid-muridnya, “Lihatlah Anak domba Allah!” (Yoh 1:36). Ia menunjuk Yesus. Pada Dia para murid mesti datang dan melanjutkan “pendidikan”nya. Yohanes rela melepaskan mereka demi perkembangan mereka. Banyak hal yang mesti kita lepaskan untuk meneruskan kehidupan kita. Pelepasan-pelepasan itu sungguh tidak mudah namun harus kita jalani. Kadang suasana kebersamaan yang ada membuat kita merasa berat untuk melangkahkan kaki kepada kebersamaan baru. Namun kala kita mulai melangkah kita akan terus maju. Mari melepaskan yang lama dan melangkahkan derap kaki menuju kepada kehidupan baru, walau sering tidak nyaman di awal. Kontemplasi: Pejamkan matamu sejenak. Bayangkan Yohanes yang melepaskan murid-muridnya. Liatlah wajah cerahnnya. Refleksi: Hal-hal apa yang kudu kaulepasan untuk memasuki dunia baru? Doa: St Yohanes ajarilah kami agar mempunyai sikap lepas bebas sepertimu. Amin. Perutusan: Aku akan melepaskan hal-hal yang menghalangi pertumbuhanku.

Hari Minggu Biasa II

PEMBUKAAN Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani

Warna liturgi Hijau

Bacaan: 1Sam. 3:3b-10,19; Mzm. 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10; 1Kor. 6:13c-15a,17-20; Yoh. 1:35-42

BcO Rm. 4:1-25

Bacaan Injil Yoh. 1:35-42

Renungan:
Seorang guru pada saatnya akan melepas anak didiknya. Mereka akan meninggalkan kelas bahkan sekolah untuk masuk pada jenjang lain yang lebih tinggi. Kedekatan guru-murid menentukan suasana perpisahan itu. Namun guru tetap sadar bahwa ia harus melepaskan murid-muridnya.

St. Yohanes menunjukkan kepada murid-muridnya, “Lihatlah Anak domba Allah!” (Yoh 1:36). Ia menunjuk Yesus. Pada Dia para murid mesti datang dan melanjutkan “pendidikan”nya. Yohanes rela melepaskan mereka demi perkembangan mereka.

Banyak hal yang mesti kita lepaskan untuk meneruskan kehidupan kita. Pelepasan-pelepasan itu sungguh tidak mudah namun harus kita jalani. Kadang suasana kebersamaan yang ada membuat kita merasa berat untuk melangkahkan kaki kepada kebersamaan baru. Namun kala kita mulai melangkah kita akan terus maju. Mari melepaskan yang lama dan melangkahkan derap kaki menuju kepada kehidupan baru, walau sering tidak nyaman di awal.

Kontemplasi: Pejamkan matamu sejenak. Bayangkan Yohanes yang melepaskan murid-muridnya. Liatlah wajah cerahnnya.

Refleksi: Hal-hal apa yang kudu kaulepasan untuk memasuki dunia baru?

Doa: St Yohanes ajarilah kami agar mempunyai sikap lepas bebas sepertimu. Amin.

Perutusan: Aku akan melepaskan hal-hal yang menghalangi pertumbuhanku.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply