Sabda Hidup: Kamis, 6 November 2014

iri hati anakPESTA Santa Angel Maria Prat Hostench.  Warna liturgi Hijau Bacaan: Flp. 3:3-8a; Mzm. 105:2-3,4-5,6-7; Luk. 15:1-10. BcO Keb. 13:1-10; 14:15-21; 15:1-6 Bacaan Injil Luk. 15:1-10: 1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. 2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama […]

iri hati anak

PESTA Santa Angel Maria Prat Hostench.  Warna liturgi Hijau

Bacaan: Flp. 3:3-8a; Mzm. 105:2-3,4-5,6-7; Luk. 15:1-10.

BcO Keb. 13:1-10; 14:15-21; 15:1-6

Bacaan Injil Luk. 15:1-10:
1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. 2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”

3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 4 “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?

5 Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, 6 dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. 7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”

8 “Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? 9 Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. 10 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”

Renungan:
Farisi memandang diri sebagai pribadi yang terbaik karena hidup selaras dengan Taurat Tuhan. Sebagai pribadi yang terbaik maka ada kecenderungan ingin diistimewakan. Mereka akan gampang merasa tidak nyaman dan iri kala melihat fakta bahwa orang lainlah yang didahulukan. Mereka jauh lebih sakit hati kalau ternyata perhatian itu lebih ditimpakan kepada orang yang dianggap berdosa.

Keinginan dan rasa untuk menjadi istimewa umumnya akan melelahkan. Mereka yang seperti itu memang gampang merasa tak berarti, merasa tidak diperhatikan, merasa diabaikan, merasa dikalahkan dan lain-lain. Segala kebaikan yang telah diterimanya tidak akan terasa kala sedetik dua detik harapannya tidak terpenuhi.

Tuhan tanpa kita minta selalu memberikan perhatiannya. Ia tidak pernah melepaskan cintaNya. Namun Tuhan berkendak menyelamatkan manusia dari kuasa dosa. Maka kala kita melihat mereka yang berdosa mendapat tempat di hadapan Tuhan kita layar bersyukur karena adanya harapan akan bertambahnya orang baik.

Kontemplasi:  Bayangkan ketika engkau melihat sahabatmu malah bercakap-cakap dengan orang yang pernah merugikanmu. Mereka akrab.

Refleksi: Tulislah pengalamanmu mengatasi rasa iri dan resah dalam pergaulan.

Doa: Ya Tuhan tepiskanlah rasa iri hinggap di hatiku. Semoga aku tidak gampang merasa Kaulepas dari perhatianMu. Semoga aku pun bersyukur kala yang berdosa mendekatiMu. Amin.

Perutusan: Aku akan mesyukuri pertobatan mereka yang berdosa.

komsos kas
“melihat yang tak biasa terlihat”

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply