Sabda Hidup: Kamis, 4 Desember 2014

yesus dan petrusPERINGATAN St.Yohanes dr Damsyik, Adolph Kolping warna liturgi Ungu Bacaan: Yes. 26:1-6; Mzm. 118:1,8-9,19-21,25-27a; Mat. 7:21,24-27. BcO Yes. 10:5-21 Bacaan Injil Mat. 7:21,24-27: 21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan […]

yesus dan petrus

PERINGATAN St.Yohanes dr Damsyik, Adolph Kolping

warna liturgi Ungu

Bacaan: Yes. 26:1-6; Mzm. 118:1,8-9,19-21,25-27a; Mat. 7:21,24-27.

BcO Yes. 10:5-21

Bacaan Injil Mat. 7:21,24-27:
21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Renungan:
Dalam suatu organisasi, lembaga bahkan masyarakat umum kita sering menemukan orang yang suaranya kuat sekali. Orang seperti itu sering menyampaikan kritik, usulan dan macam-macam lainnya. Namun seringkali dia hilang kala apa yang diusulkan dijalankan. Atau kalau dipasrahi menjalankan kritikannya maka ia pun akan menghindar. Suara kuat tindakan lemah.

Tentu ada hal-hal baik yang bisa kita ambil dari orang-orang seperti itu. Namun rasanya kita tidak bisa hanya berhenti pada titik itu: banyak bicara namun tak cakap bertindak. Tuhan menghendaki kita banyak mendengar dan bertindak, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Mat 7:21).

Ketika kita melakukan kehendak Bapa dengan sungguh-sungguh, tindakan itu akan dengan sendirinya menjadi kritik yang tajam pada mereka yang tidak selaras dengan kehendak Bapa.

Kontemplasi:
Bayangkan ketika dirimu melakukan kehendak Bapa (Eg. menolong orang yang tersingkir). Rasakan tindakanmu itu sebagai kritik pada mereka yang tidak peduli dan nikmati pandangan mata dan ungkapan-ungkapan mereka.

Refleksi:
Bagaimana kehendak Bapa hidup dalam tindakanmu?

Doa:
Tuhan semoga aku tidak hanya besar dalam kata tetapi aku lebih kuat bertindak selaras dengan kehendakMu. Amin.

Perutusan:
Aku akan menahan kata dan menguatkan tindakan. -nasp-

Agoeng
komsos kas
“melihat yang tak biasa terlihat”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply