Sabda Hidup: Kamis, 30 Oktober 2014

yesus dan herodes

PESTA Santo Angelus dr Acri, Dominikus Collins. Warna liturgi Hijau

Bacaan: Ef. 6:10-20; Mzm. 144:1,2,9-10; Luk. 13:31-35.

BcO Keb. 5:1-23

Bacaan Injil Luk. 13:31-35:
31 Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.” 32 Jawab Yesus kepada mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. 33 Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.

34 Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. 35 Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

Renungan:
Membaca ayat ini, “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu” (Luk 13:32) aku tersenyum sendiri. Spontan hatiku merasa bahwa Yesus mengumpat. Mungkin Yesus begitu jengkel dengan Herodes. Herodes yang merasa terancam sibuk mencari cara untuk menyingkirkan pengancam. Ia pun mencari Yesus dan ingin membunuhNya. Ia tidak mampu mengenali apa yang dikerjakan Yesus, bahkan sejarah matinya para nabi. Herodes panik dengan kehadiran Yesus.

Siapa pun dari kita mungkin pernah mengalami panik. Ketika panik itu melanda sering muncul keinginan bahkan tindakan ngawur. Suatu sasaran baik malah dikerjakan dengan tidak baik dan akhirnya hal baik yang dituju malah lari.
Marilah kita belajar untuk tenang dalam situasi apapun tidak gampang panik. Kepanikan hanya akan mendorong kita berkata dan bertindak tidak baik.

Kontemplasi: Bayangkan kepanikan Herodes karena kehadiran Yesus.

Refleksi:Hal-hal apa yang akan kaulakukan agar tidak gampang panik?

Doa: Tuhan sudilah Engkau mengirimkan Roh Ketenangan agar umatMu tidak mudah panik dan tidak mudah dikacaukan karena kepanikan-kepanikannya. Amin.

Perutusan: Aku akan tenang dan berani menerima mereka yang lebih baik dariku, bahkan rela belajar darinya.

komsos kas
“melihat yang tak biasa terlihat”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: