Sabda Hidup: Kamis, 20 November 2014

the farm house by van goghHari Biasa. Warna liturgi Hijau. Bacaan: Why. 5:1-10; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Luk. 19:41-44. BcO Dan. 1:1-21 Lukas 19:41-44: 41Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya,42kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. 43Sebab akan datang harinya, […]

the farm house by van gogh

Hari Biasa. Warna liturgi Hijau.

Bacaan: Why. 5:1-10; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Luk. 19:41-44.

BcO Dan. 1:1-21

Lukas 19:41-44:
41Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya,42kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.

43Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,

44dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

Renungan:
Dalam sebuah berita di koran ditulis pesan para anak Palestina untuk para santri. Di sana anak-anak Palestina itu berpesan agar anak-anak di Indonesia bersyukur tinggal di negeri ini. Bagi mereka tinggal di daerah perang membuat mereka sulit berkembang.

Mereka merindukan negeri yang aman, bebas dari konflik dan peperangan seperti Indonesia. Maka mereka pun mengajak anak-anak Indonesia untuk mensyukuri keberadaan mereka di negeri ini.

Kadang kita yang berada di negeri damai sulit menggerti atau bahkan menganggap enteng kedamaian tersebut. Tidak jarang terdorong oleh rasa tidak puas kita kita menuntut lebih dari segala sesuatu yang sudah sangat indah. Karena keegoan kita memenjara kebahagiaan dan kedamaian untuk diri sendiri.

Padahal kala kita memaksakan itu maka ketidakdamaian sudah siap menghancurkan kedamaian.”Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu” (Luk 19:42). Andai kita mau mengerti, mau menerima dan mau mensyukuri apa yang ada dan telah dianugerahkan kita tahu apa yang perlu untuk damai sejahtera kita.

Kontemplasi: Carilah tempat yang tenang dan ambillah sikap doa. Dalam doamu temukan kebaikan-kebaikan Tuhan dalam dirimu, keluargamu, lingkunganmu dan negaramu.

Refleksi: Apa yang menghambatmu untuk mengenal, mensyukuri dan menjaga damai sejahtera?

Doa: Tuhan, semoga aku sanggup mengatakan cukup atas segala sesuatu yang telah kauanugerahkan kepadaku. Aku sanggup menerima kemudahan dan kesulitannya sebagai bagian utuh damai sejahteraMu. Amin.

Perutusan: Aku akan menemukan 10 bekal yang dianugerahkan Tuhan bagi damai sejahtera.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply