Sabda Hidup: Kamis, 18 September 2014

Jesus_mary__Martha270707_01PESTA Santo Yosef dr Copertino, Yohanes Makias Warna liturgi Hijau Bacaan: 1Kor. 15:1-11; Mzm. 118:1-2,16ab-17,28; Luk. 7:36-50. BcO Est. 5:1-14; 7:1-10 Bacaan Injil Luk. 7:36-50: 36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. 37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai […]

Jesus_mary__Martha270707_01

PESTA Santo Yosef dr Copertino, Yohanes Makias
Warna liturgi Hijau

Bacaan: 1Kor. 15:1-11; Mzm. 118:1-2,16ab-17,28; Luk. 7:36-50.

BcO Est. 5:1-14; 7:1-10

Bacaan Injil Luk. 7:36-50:
36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. 37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. 38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. 39

Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.” 40 Lalu Yesus berkata kepadanya: “Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: “Katakanlah, Guru.” 41 “Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. 42 Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?” 43 Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.”

44 Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. 45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. 46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. 47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”

48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.” 49 Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?” 50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

Renungan:
Membaca ayat ini, “Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu” (Luk 7:38) aku membayangkan Yesus makan sambil baringan (semoga tidak salah). Yesus sungguh sedang santai makan di rumah orang Farisi. Dan perempuan yang mengusap Yesus adalah perempuan yang dicap berdosa.

Pertama saya tertarik dengan pola pergaulan Yesus. Ia memenuhi undangan orang Farisi, orang yang selalu memata-matai Yesus dan sering berkonflik denganNya. Ia juga menerima perempuan berdosa, bahkan membiarkannya mencium kakinya. Kedua, dalam kondisi santai sekaligus krusial (diusap dan dicium kakiNya oleh perempuan berdosa) Yesus mampu mengenal orang-orang yang berada di dekatNya dan memberikan pengajaran atas kondisi yang dihadapi. Ia menyampaikan sikap benar dari orang yang bertobat dan sifat Allah yang penuh pengampun. Pada mereka yang sungguh-sungguh bertobat Allah tidak tanggung-tanggung untuk mengampuni.

Perutusan Yesus dan murid-muridNya adalah mengembalikan umat manusia dalam persekutuan kasih dengan Allah. Dalam situasi santai dan krusial, di antara mereka yang berdosa dan suci, tugas perutusan ini perlu terus menerus dibawa. Kehadiran pada mereka dan peristiwa-peristiwa seperti itu memungkinkan hadirnya kuasa pengampunan Allah yang tanpa batas.

Kontemplasi: Bayangkan kisah dari Injil Luk. 7:36-50. Hadirlah di sana sebagai salah satu dari kisah tersebut.

Refleksi: Apa yang kaurasakan ketika melakukan kontemplasi dari Injil Luk. 7:36-50?

Doa: Tuhan semoga aku terbuka dan berani menerima mereka yang dicap buruk dan berdosa. Dan pada mereka aku pun bisa menghadirkan kasih pengampunanMu. Amin.

Perutusan: Aku akan terbuka pada saudara yang mau bertobat dan tetap bersahabat dengan mereka yang memusuhiku.

komsos kas
“melihat yang tak biasa terlihat”

Kredit foto: Ilustrasi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply