Sabda Hidup, Kamis, 14 Agustus 2014: Peringatan Wajib St. Maksimilianus Maria Kolbe

Fr.Maximilian_Kolbe_1939WARNA  liturgi Merah Bacaan: Yeh. 12:1-12; Mzm. 78:56-57,58-59,61-62; Mat. 18:21-19:1. BcO Za. 11:4 – 12:8 Bacaan Injil Mat. 18:21-19:1: 21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” 22 Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh […]

Fr.Maximilian_Kolbe_1939

WARNA  liturgi Merah

Bacaan: Yeh. 12:1-12; Mzm. 78:56-57,58-59,61-62; Mat. 18:21-19:1. BcO Za. 11:4 – 12:8

Bacaan Injil Mat. 18:21-19:1:
21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” 22 Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. 24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.

26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. 28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!

29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. 31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?

34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. 35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.” 1 Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.

Renungan:
Mengampuni. Kita sering berdoa: “Tuhan ampunilah segala dosa dan kesalahanku.” Bahkan bisa jadi tiap kali berdoa kita mendaraskan kata-kata tersebut. Dari lantunan doa tersebut tampak bahwa kita selalu mengharapkan pengampunan atas dosa-dosa kita. Dan aku percaya Tuhan begitu murah hati mengampuni kesalahan kita.

Ketika kita sadar akan Tuhan yang begitu murah hati mengampuni kita apakah kita juga bermurah hati mengampuni dosa dan kesalahan sesama kita? Kita telah banyak melakukan kesalahan dan dosa dalam hidup kita dan sebanyak itu pula kita mendapatkan pengampunan. Bahkan banyak kesalahan kita buat untuk sesama kita dan mereka pun berkenan mengampuni dan memaafkan kita. Namun kita akui kita sering tidak mudah mengampuni dan memaafkan satu dua kesalahan sesama kita.

Sebagai murid Yesus marilah kita pun bermurah hati dalam mengampuni dan memaafkan kesalahan sesama kita. Kita layak mengingat: jangan2 kesalahan kita lebih banyak dan besar daripada orang yang tidak kita maafkan kesalahannya. Yesus pun mengajak mengampuni, “Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali” (Yoh 18:22).

Kontemplasi: Carilah tempat yang tenang dan duduklah dgn mata terpejam. Hadirkan orang yang sulit kauampuni dan ingatlah seberapa besar kesalahanmu kepadanya.

Refleksi: Bagaimana kemurahan hatimu dalam mengampuni?

Doa: Tuhan Yesus Kristus sudilah Engkau mengutus Roh Pengampunan agar aku pun mampu mengampuni dan memaafkan yang bersalah kepadaku. Aku akan terus belajar dan berusaha memaafkan kesalahan sesamaku. Amin.

Perutusan: Aku akan terus belajar dan berusaha memaafkan kesalahan sesamaku.

Kredit foto: Santo Maximillian Kolbe dari Jepang. (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply